Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
YouTube Shorts. (IST)

YouTube Shorts. (IST)

YouTube Shorts Ditonton 6,5 Miliar Kali Setiap Hari

Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:36 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Per awal Juli 2021, YouTube Shorts telah ditonton 6,5 miliar kali setiap harinya di seluruh belahan dunia. YouTube pun telah mengumumkan kehadiran YouTube Shorts versi beta di Indonesia dan puluhan negara lain guna memperluas lagi penggunanya sejak Jumat (23/7).

YouTube Shorts merupakan layanan sebuah fitur dan pengalaman baru untuk menonton dan membuat video singkat yang menarik dari ponsel. Pertama kali diumumkan pada September 2020, sejak saat itu, YouTube telah memperluas akses YouTube Shorts ke 26 negara dan kini telah menjangkau lebih dari 100 negara.

Pengguna di seluruh dunia pun kini dapat mengakses alat kreasi YouTube Shorts untuk pertama kalinya seperti kamera multisegmen untuk merangkai beberapa video klip menjadi satu, kemampuan untuk merekam video dengan disertai musik, setelan kecepatan kontrol, dan banyak lagi.

Seiring dengan itu, YouTube juga menghadirkan serangkaian fitur baru, termasuk kemampuan untuk menggunakan kembali sampel audio, baik dari video shorts lainnya maupun dari seluruh YouTube, termasuk miliaran video dari seluruh dunia.

Ini menjadikan YouTube Shorts sebagai media baru untuk menuangkan kreativitas,” ungkap Direktur Marketing Google Indonesia, Filipina, dan YouTube Asia Tenggara Veronica Utami. 

Dengan kemampuan tersebut, pengguna kini dapat menambahkan sentuhan kreativitas pada konten yang suka ditontonnya di YouTube dan membantunya untuk menjangkau penonton baru.

Misalnya, pengguna bisa memberikan reaksi terhadap lelucon favorit, mencoba membuat kembali resep masakan terbaru dari kreator lain, atau memerankan kembali adegan dari video lucu.

Namun, kreator konten video tetap akan menjadi pemegang kendali atas fitur itu. Karena itu, kreator konten juga dapat memilih untuk menonaktifkan fitur tersebut jika tidak ingin video panjangnya dipakai oleh pengguna lain untuk pembuatan konten YouTube Shorts.

“Kami ingin proses membuat video Shorts jadi lebih mudah dan menyenangkan. Seiring kami mengembangkan Shorts bersama kreator, kami akan menambahkan lebih banyak fitur untuk dicoba masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Terintegrasi YouTube

Veronica melanjutkan, YouTube Shorts akan diintegrasikan ke pengalaman YouTube yang sudah pengguna kenal dan sukai. Misalnya, jika mendengar cuplikan lagu di Shorts, pengguna dapat dengan mudah menemukan lagu lengkapnya, menonton video musiknya, atau mempelajari lebih lanjut kreatornya, - semuanya di YouTube.

“YouTube menjadi seperti ini karena apa yang dihasilkan oleh para kreator konten yang luar biasa. Kami tidak pernah bisa membayangkan beberapa penggunaan paling kreatif di YouTube, dan sangat antusias untuk melihat apa yang dilakukan generasi berikutnya dari mobile creators dengan Shorts untuk menjangkau dan menghibur pemirsa baru,” tutur dia.

Veronika juga menyampaikan bahwa pihaknya perlu waktu untuk terus meningkatkannya, karena layanan tersebut kini baru awalnya saja. “Kami ingin Anda dapat segera mencoba Shorts dan membantu kami untuk membangun pengalaman menonton video singkat yang berkualitas di YouTube,” pungkas dia.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN