Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengendalian limbah B3. Foto ilustrasi: Istimewa

Pengendalian limbah B3. Foto ilustrasi: Istimewa

Lingkungan Hidup Pengaruhi Pengendalian Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 | 16:09 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

YOGYAKARTA, investor.id - Praktik pencegahan dan pengendalian Covid-19 tidak bisa terlepas dari kondisi lingkungan hidup. Semakin baik kualitas lingkungan hidup, maka semakin tinggi pula ketangguhan diri keluarga dan imunitas.

Beberapa studi menginformasikan buruknya kualitas udara juga berpengaruh terhadap tingkat imunitas seseorang. Artinya,semakin buruk imunitas seseorang maka semakin rentan terhadap virus di sekitarnya. 

Ketua Umum Profesional Lingkungan dan Sekjen Komnas HAM RI, Dr Tasdiyanto R SP MSi CEIA mengatakan peningkatan limbah medis juga berpotensi menularkan penyakit jika tidak terkelola dengan baik. Dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran mengenai pengelolaan limbah infeksius, termasuk limbah dari penanganan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Menurut Surat Edaran tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) perlu dikelola sebagai limbah B3 sekaligus untuk mengendalikan dan memutus penularan Covid-19," ucap Dr. Tasdiyanto dalam keterangan pers diterima Minggu (31/5).

Tasdiyanto menambahkan pengelolaan limbah B3 masih merujuk pada teknologi incenerator, yang belum seutuhnya efisien dan ramah lingkungan. Di sisi lain, praktik pencegahan dan pengendalian Covid-19 tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan hidup. Semakin baik kualitas lingkungan hidup di sekitar, semakin tinggi pula ketangguhan diri keluarga dan imunitas. Beberapa studi menginformasikan buruknya kualitas udara juga berpengaruh terhadap tingkat imunitas seseorang. Artinya,semakin buruk imunitas seseorang maka semakin rentan terhadap virus di sekitarnya.

Menurut Tasdiyanto, hal serupa juga dengan pemanfaatan air bersih sebagai media pendukung daya tahan tubuh seseorang. Berkurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi juga menjadikan orang rentan terkena virus.

Sajian air minum yang berkualitas hasil rekayasa teknologi akan berkontribusi pula dalam pencegahan dan pengendalian virus. Artinya, proses pemulihan paska pandemi Covid-19 sangat erat berhubungan dengan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang tersedia. 

Profesional lingkungan, tambah Tasdiyanto, hadir dari berbagai kompetensi lingkungan yang tersebar di seluruh Indonesia mendorong lahirnya inovasi dan rekayasa untuk penanganan, pencegahan, dan pengandalian Covid-19.

Pendekatan teknologi dan rekayasa ekologi yang tepat, diyakini akan dapat memberikan efek psikologis menghilangkan keresahan dan membangkitkan semangat bekerja kembali seluruh komponen masyarakat dalam memasuki the new normal life.

"Dengan demikian pendapatan dan kesejahteraan masyarakat akan kembali bergerak meningkat. Dalam hal pengembangan teknologi dan rekayasa ekologi karya anak bangsa sendiri juga akan berkontribusi meningkatkan perekonomian nasional,” tutup dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN