Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
webinar Hygiene Forum (IHF) 2020, Kamis (25/6).

webinar Hygiene Forum (IHF) 2020, Kamis (25/6).

Pentingnya Kewaspadaan Ruang Publik Saat New Normal

Jumat, 26 Juni 2020 | 08:54 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Menghadapi tatanan baru pasca-PSBB atau yang dikenal dengan new normal tentu mengakibatkan adanya perubahan perilaku di dalam masyarakat. Penerapan protokol higienitas dan disinfeksi yang lebih seksama di ruang publik dan fasilitas umum menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat.

dr Imran Agus Nurali Sp KO, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, mengatakan menuju masyarakat yang produktif dan terlindung dari virus Covid-19, diperlukan penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan prioritas kesehatan masyarakat. Tempat dan fasilitas umum sebagai salah satu fokus penyebaran Covid-19 wajib menerapkan protokol kesehatan. Tindakan disinfeksi secara berkala adalah salah satu hal terpenting dalam protokol tersebut.

"Jika dalam kondisi lokasi sangat ramai, disarankan minimal empat jam sekali melakukan tindakan disinfeksi," ungkapnya di sela webinar Hygiene Forum (IHF) 2020, Kamis (25/6).

Namun, lanjut dr Imran, dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti lakukan saat tidak ada orang di dalam ruangan, wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), jauhi hewan atau tumbuhan, hindari menggunakan atau meracik cairan disinfektan tidak sesuai panduan  misalnya mencampurkan bahan disinfektan yang berbeda, jangan dilakukan sambil berbicara, makan, minum atau merokok, bersihkan ruangan dan permukaan terlebih dahulu sebelum tindakan disinfeksi.

"Jangan melap ulang permukaan yang sudah di-disinfeksi sebelum 10 menit. Serta, hindari disinfeksi ke tubuh manusia," terang dr Imran.

Dr Daeng M Faqih SH MH, selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan kedisplinan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menangani pandemi Covid-19.  Virus Covid-19 hingga kini infeksinya masih terus berlangsung sehingga tidak boleh lengah. Elemen terpenting yang harus menyiapkan diri dalam menghadapi tatanan baru pasca PSBB nanti adalah masyarakat; bagaimana mereka dapat menjalankan aktivitas sambil terus melakukan langkah-langkah pencegahan, terutama bagi mereka yang berada di kelompok usia rentan.

"Disiplin pada era pasca PSBB nanti bisa dikatakan sebagai vaksin yang ampuh, dan ini tentunya membutuhkan kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak," tegasnya.

Sementara itu, Endang Saraswati selaku Head of SEAA R&D Skin Cleansing & Oral Care Unilever menambahkan untuk meciptakan keamanan di ruang publik, harus dimulai dari pemberdayaan individu. Sebagai pelaku industri, pihaknya tidak hanya memiliki peran untuk memberikan edukasi namun juga memastikan ketersediaan produk guna memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan adanya produk yang aman, terjangkau, dan berkualitas tentu akan membantu konsumen dalam aktivitas keseharian pasca PSBB.

"Kami berharap semakin banyak kolaborasi berbagai pihak  mulai dari pemangku kebijakan, institusi terkait, pelaku industri serta setiap anggota masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia," ucap Endang.

Pada kesempatan yang sama, Sancoyo Antarikso, Governance and Corporate Affairs Director PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, sebagai perusahaan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, sejak awal pandemi, Unilever dengan semangat #MariBerbagiPeran telah menyalurkan donasi dalam bentuk produk perawatan higienitas diri dan rumah, ribuan paket makanan dan alat pelindung diri untuk para tenaga kesehatan, 40.000 alat tes PCR, dan banyak lainnya melalui beberapa program kemitraan.

"Selain itu, kami juga secara konsisten melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya PHBS, dan penyelenggaraan IHF 2020 merupakan salah satu perwujudannya," tutup Sancoyo. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN