Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Waspadai Kanker Prostat Jadi Silent Killer Pria

Selasa, 16 Februari 2021 | 17:33 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kanker prostat merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat dan menyerang segala usia. Sayangnya, penyakit ini kerap menjadi silent killer bagi para pria. Sebab, terkadang penderitanya tidak mengalami gejala apapun. Gejala baru akan dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir.

Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Marto Sugiono SpU mengatakan penyakit ini perlu diwaspadai karena prevalensi penderita kanker prostat di Indonesia cukup tinggi yakni 11 dari 100.000 dan menjadi salah satu penyebab kematian pada pria.

Advertisement

Pada stadium awal, kanker prostat tidak menunjukkan gejala apapun pada penderitanya. Gejala baru dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir sehingga seringkali kanker prostat disebut sebagai silent killer. Maka itu, penting bagi siapapun terutama pria untuk lebih berhati-hati terutama jika memiliki faktor risiko tertentu antara lain riwayat keluarga, ras, dan usia.

Kesehatan prostat. Foto ilustrasi: IST
Kesehatan prostat. Foto ilustrasi: IST

“Tidak hanya itu, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga perempuan, yaitu kakak atau adik perempuan, menderita kanker payudara juga harus waspada. Karena, hal ini akan meningkatkan risiko kanker prostat sebanyak 2-3 kali,” ungkapnya di sela media gathering SHKJ, Selasa (16/2).

Menurut dr Marto, salah satu cara menghindari kanker prostat selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini adalah melakukan deteksi dini. Dengan skrining rutin atau setahun sekali, terutama pada para pria yang berusia diatas 50 tahun. Hal itu dilakukan untuk mengetahui keberadaan kanker prostat dapat diketahui lebih awal sehingga penderita dapat mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat yang membuat peluang kesembuhan juga lebih besar.

Skrining rutin kanker prostat biasanya melalui prosedur pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) dalam darah yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Digital Rectal Exam (DRE) atau lebih dikenal dengan istilah colok dubur.

“Jika kadar PSA tinggi dan prostat membesar, pasien perlu perhatian lebih karena dicurigai kanker prostat. Untuk diagnosis lebih pasti, biasanya akan dilengkapi pemeriksaan biopsi untuk mengetahui kanker atau tidak,” jelas dr Marto.

Dr Marto menambahkan rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara akurat dan tepat keberadaan sel kanker prostat sehingga pertumbuhan sel kanker dapat diketahui lebih dini dan tidak menyebar semakin luas. Jika ditemukan dalam stadium dini akan semakin mudah disembuhkan dan harapan hidupnya pun semakin meningkat, bahkan bisa melebihi dari 10 tahun.

“Jadi lebih dini ditemukan menjadi lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang sudah pada stadium lanjut,” paparnya.

Dalam penanganan kanker prostat, lanjut dia, SHKJ tidak hanya menyediakan layanan pencegahan berupa skrining kanker prostat tapi juga dalam hal pengobatan. Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui layanan kemoterapi komprehensif dan profesional, siap membantu perawatan para pasien kanker prostat yang membutuhkan tindakan medis hingga pemulihan.

Dengan dibukanya layanan kemoterapi ini, diharapkan dapat berperan dalam mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker sekaligus memberikan pengobatan optimal bagi pasien kanker prostat maupun kasus kanker lainnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN