Menu
Sign in
@ Contact
Search
Siloam Hospitals Kebun Jeruk.

Siloam Hospitals Kebun Jeruk.

Layanan Telekonsultasi Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat terbiasa menggunakan dan mengoptimalkan perangkat gawai untuk mendapatkan layanan kesehatan, seperti layanan konsultasi online dengan dokter (telekonsultasi). Hal ini pula yang menyebabkan kebutuhan akan telekonsultasi melonjak saat pandemi seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Kebon Jeruk Jakarta Jeff Aloys Gunawan mengungkapkan, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seharusnya menjadi tempat yang paling penting dalam mendapatkan penanganan medis dan obat. Namun di tengah pandemi seperti saat ini, masyarakat mengalami keterbatasan dalam mengakses fasyankes demi menghindari penyebaran virus Covid-19.

"Prosedur tindakan medis saat pandemi pun menjadi lebih panjang dan tidak seleluasa dulu karena ada beberapa ketentuan. Misalnya, harus tes swab PCR, rontgen thorax, dan prosedur medis lainnya sebelum dilakukan tindakan medis oleh dokter. Itu sebabnya, kehadiran aplikasi kesehatan untuk beberapa penyakit ringan dirasa sangat membantu," jelas dia dalam keterangan resmi, Sabtu (23/10).

CEO & Co-Founder Rey Evan Tanotogono_Foto rez
CEO & Co-Founder Rey Evan Tanotogono_Foto rez

Di sisi lain, dokter dan tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam menangani Covid-19 kerap mendapatkan kendala dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan membantu penyembuhan.

Jeff mengungkapkan, kendala tersebut diantaranya penyebaran jumlah tenaga kesehatan yang tidak merata dan infrastruktur fasyankes yang tidak memadai.

Layanan kesehatan berkualitas menurut Jeff menjadi hal krusial bagi masyarakat ketika pandemi. Terlebih di Indonesia dengan  kondisi dan jumlah fasyankes yang tidak sebanding dengan jumlah pasien yang meningkat.

“Keterbatasan pertanggungan yang diberikan BPJS menjadi persoalan bagi pasien. Ini pun membuat dokter tidak dapat melakukan tindakan medis dengan leluasa," papar dia.

Karenanya, Jeff melihat Indonesia membutuhkan lompatan teknologi dan kemudahan mengakses layanan fasyankes terutama saat pandemi. Sebab, saat kesehatan terganggu perlu segera ditangani oleh dokter.

Sayangnya, keterbatasan akses memperlambat proses pengobatan. Ditambah lagi prosedural medis yang panjang berdampak pada meningkatnya biaya pemeriksaan medis. Pada akhirnya mempengaruhi kondisi finansial masyarakat yang semakin terbatas karena ancaman pandemi.

"Salah satu solusi untuk menolong pasien agar dapat segera mendapatkan solusi atas keluhan rasa sakitnya adalah telekonsultasi karena dokter dapat segera memberikan pertolongan bagi pasien dengan gejala ringan sehingga pasien tidak perlu harus mengantri ke fasyankes," terang dia.

Senada dengan Jeff, CEO & Co-Founder Rey Evan Tanotogono mengungkapkan, keterbatasan masyarakat dalam mengakses fasyankes menjadi pendorong lahirnya layanan telekonsultasi oleh berbagai aplikasi kesehatan. Sejauh ini, sudah banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan dokter saat pandemi.

"Kehadiran fitur telekonsultasi telah mempermudah pasien mengakses layanan kesehatan dan tidak lagi khawatir akan risiko penularan Covid-19," jelas dia.

Keterbatasan akses ini pula yang menjadi cikal bakal lahirnya Rey (rey.id), sebuah startup health insurtech berbasis aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan. Menurut Evan, Rey hadir untuk membantu masyarakat agar bisa menjangkau layanan kesehatan yang berkualitas.

Adapun fasilitas yang ditawarkan Rey adalah asuransi jiwa dan kesehatan dalam program Membership berbasis langganan (subscription). Para member dapat menikmati ekosistem layanan kesehatan dalam bentuk digital. Misalnya, melakukan pemeriksaan gejala mandiri, telekonsultasi dengan dokter, dan mendapatkan obat sesuai resep dokter. Obat tersebut akan diantar sampai ke rumah. Semua diberikan gratis karena biaya ditanggung oleh Rey sesuai paket manfaat yang telah dipilih oleh pengguna.

"Preminya dirancang terjangkau dan lebih murah dari berlangganan film atau musik online karena member hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 69 ribu per bulan,” sebut Evan.

Rey juga meningkatkan fitur telekonsultasi melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence yang memungkinkan para pengguna melakukan self-diagnostics untuk menentukan diagnosa awal dengan lebih baik dan akurat sebelum mendapatkan diagnosa lanjutan dari dokter. Hasil pemeriksaan melalui aplikasi Rey akan membantu dokter membuat post diagnosa terkait gangguan kesehatan yang dialami pasien dengan lebih efektif dan efisien.

"Pengecekan kesehatan sendiri atau self-diagnostics dengan memanfaatkan aplikasi kesehatan yang diagnosanya akurat dan dapat menjadi masukan secara holistik bagi dokter saat pasien melakukan telekonsultasi. Tentunya, lebih baik dan aman ketimbang mencari-cari informasi mengenai penyakitnya di search engine atau bertanya kepada teman dan keluarga," kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com