Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar One Health Talk SHKJ, digear Sabtu (23/10), sekaligus menginformasikan  Siloam Hospitals Kebon Jeruk resmi  membuka Siloam Digestive Center pada 23 Oktober 2021.

Webinar One Health Talk SHKJ, digear Sabtu (23/10), sekaligus menginformasikan Siloam Hospitals Kebon Jeruk resmi membuka Siloam Digestive Center pada 23 Oktober 2021.

Siloam Kebon Jeruk Hadirkan Layanan Terpadu Gangguan Saluran Pencernaan 

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:04 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) menghadirkan layanan terpadu gangguan saluran pencernaan, Siloam Digestive Center pada 23 Oktober 2021. Klinik dengan tim yang didedikasikan untuk  membantu pasien dan keluarga pasien melalui edukasi yang tepat seputar masalah pencernaan, konsultasi, hingga penanganan melalui tindakan endoskopi dan tindakan Transanal Minimally Invasive Surgery for Colorectal, termasuk colon resection (CA colon).

dr. Hardianto Setiawan, Sp.PD-KGEH dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk mengatakan, gangguan pencernaan dapat terjadi pada siapa pun tanpa mengenal jenis kelamin dan usia. Karena itu penting untuk memiliki pola hidup sehat agar metabolisme pencernaan tetap terjaga baik. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan bernutrisi atau berserat, kurangi makan daging merah atau olahan, rajin berolahraga, tidak merokok, hindari minuman beralkohol, serta melakukan skrining secara rutin.

"Apabila mengalami keluhan terkait saluran cerna, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebagai salah satu pusat unggulan di bidang pengobatan digestif, Siloam Hospitals Kebon Jeruk resmi membuka Siloam Digestive Center pada 23 Oktober 2021," ungkapnya di sela webinar One Health Talk SHKJ, Sabtu (23/10).

Hardianto menambahkan, gangguan pencernaan merupakan masalah yang terjadi pada salah satu atau lebih dari satu organ pencernaan secara bersamaan. Sistem pencernaan manusia terdiri atas sejumlah organ, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Ada banyak penyebab gangguan pencernaan, mulai dari pola makan yang salah, gaya hidup tidak sehat, hingga munculnya tanda dan gejala penyakit tertentu. Pada skala ringan, gangguan pencernaan dapat muncul dan hilang dengan sendirinya, atau setelah mengonsumsi obat.

"Namun, pada tingkat yang lebih tinggi gangguan pencernaan harus sangat diwaspadai karena bisa menyebabkan masalah lebih serius pada sistem pencernaan. Dua gangguan pencernaan yang paling umum ditemui adalah penyakit batu empedu dan kanker usus besar," paparnya.

 

Hardianto menambahkan penyakit batu empedu merupakan gangguan pencernaan yang kerap ditemukan, namun sering tidak disadari. Penyakit batu empedu atau cholelithiasis adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit perut mendadak akibat adanya batu di dalam kantong empedu. Kantong empedu merupakan organ dalam di sisi kanan perut, tepat berada di bawah hati.

 

"Kantong tersebut memiliki fungsi untuk menyimpan cairan empedu yang nantinya akan dilepas ke usus kecil dan membantu proses pencernaan," lanjut dia. 

Umumnya, kata Hardianto batu empedu terbentuk akibat endapan kolesterol tinggi disertai bilirubin yang menumpuk dalam kantong empedu. Beberapa faktor seperti pola makan tidak sehat, diet tinggi kolesterol, genetik, usia, dan kondisi medis tertentu dapat memicu terjadinya penyakit ini.

“Penyakit ini dapat dijumpai pada pria dan wanita, tetapi umumnya wanita lebih banyak mengalami daripada pria, terutama pada usia lebih dari 40 tahun. Penyakit batu empedu perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Jika tidak, kondisi batu empedu dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi serius yang berbahaya. Dalam kasus yang parah, batu empedu bisa mengancam jiwa karena dapat menyebabkan pankreatitis atau kanker kantong empedu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis bedah digestif Siloam Hospitals Kebon Jeruk Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD menambahkan, kanker usus besar juga merupakan gangguan saluran pencernaan yang kerap ditemukan dan dapat terjadi pada siapa saja. Secara umum, kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada usus besar dan ditandai dengan tumbuhnya benjolan yang tidak terkendali. Kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan gejala di awal. Sehingga kesadaran akan bahaya kanker usus besar perlu diketahui sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kanker ini  berisiko terjadi pada segala usia, baik kelompok muda maupun tua serta bisa menyerang pria dan wanita. Pada kelompok usia muda, biasanya disertai gejala yang lebih buruk,” jelas dr. Wifanto.

Gejala awal kemunculan kanker usus besar ditandai dengan adanya benjolan kecil jinak berupa polip, yang dalam perkembangannya dapat bertransformasi menjadi ganas. Gejala lain yang dapat dialami antara lain gangguan buang air besar (BAB) yang mengeluarkan darah, sembelit, atau diare tanpa sebab yang jelas. Selain itu, sering kali juga diikuti dengan rasa sakit pada perut, mudah lelah, dan menurunnya berat badan.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN