Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virtual media gathering Tim bedah saraf Siloam Hospitals, Rabu (15/12).

Virtual media gathering Tim bedah saraf Siloam Hospitals, Rabu (15/12).

Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Melayani Indonesia Selama 25 Tahun

Rabu, 15 Desember 2021 | 22:26 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

TANGERANG, investor.id  – Tim bedah saraf Siloam Hospitals telah melayani Indonesia selama 25 tahun. Selama perjalanan panjang tersebut, tim yang kini beranggotakan 28 dokter spesialis bedah saraf yang tersebar di seluruh Indonesia telah melakukan lebih dari 20 ribu tindakan bedah saraf.

Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Prof  Dr dr Eka J Wahjoepramono SpBS (K) PhD mengatakan, awal perjalanan Tim Bedah Saraf dimulai pada tahun 1996, saat itu saya masih seorang diri sebagai spesialis bedah sarah di Siloam Hospitals Lippo Karawaci dan mulai melakukan operasi dengan alat yang sederhana.

Advertisement

Seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan masyarakat untuk tindakan bedah saraf, pihaknya mulai mengembangkan tim kami dengan merekrut empat dokter spesialis bedah saraf lainnya yaitu Dr dr Yesaya Yunus SpBS (K), Prof Dr dr Julius July SpBS (K) MKes IFAANS, Dr dr Harsan SpBS (K) MKes, dan Dr dr Lutfi Hendriansyah SpBS (K).

“Selanjutnya dengan bertambahnya Siloam Hospitals di berbagai kota, bertambah pula anggota tim bedah saraf kami hingga kini berjumlah 28 dokter spesialis saraf yang tersebar di berbagai Siloam Hospitals,” ungkap Prof Eka di sela virtual media gathering Tim bedah saraf Siloam Hospitals, Rabu (15/12)

Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Prof  Dr dr Eka J Wahjoepramono SpBS (K) PhD
Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Prof Dr dr Eka J Wahjoepramono SpBS (K) PhD

Prof Eka mengatakan Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals telah sukses menangani berbagai kasus terkait kesehatan otak dan menorehkan berbagai catatan yang membanggakan bagi dunia kesehatan Indonesia.

Salah satu pencapaian tersebut adalah operasi batang otak. Batang otak adalah bagian otak yang terletak di dasar otak dan terhubung ke saraf tulang belakang.

Selain itu, bagian otak ini juga berperan sebagai penghubung antara otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan saraf tulang belakang. Batang otak tidak hanya mampu mengendalikan gerakan tubuh, namun juga berperan penting bagi kelangsungan hidup setiap individu.

Dimulai dari operasi pertama yang dilakukan pada tahun 2001 dan tercatat sebagai operasi batang otak pertama di Asia Tenggara, hingga kini Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals telah melakukan lebih dari 70 operasi batang otak dengan tingkat kesuksesan 100%. Tidak banyak dokter bedah saraf yang berani melakukan operasi batang otak karena berisiko sangat tinggi mengakibatkan kematian.

“Namun, kami bertekad untuk dapat membuktikan bahwa dokter Indonesia memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah hebat dengan bangsa lain serta kami akan selalu ada untuk melayani anak bangsa yang membutuhkan tindakan terkait otak dan bedah saraf,” tambah Prof Eka.

Sejumlah prestasi lainnya juga ditorehkan Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals, antara lain yang tercatat oleh MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yaitu pencapaian Dr dr Made Agus Mahendra Inggas SpBS FINPS sebagai dokter bedah saraf pertama di Indonesia yang berhasil melakukan operasi Deep Brain Stimulation pada penyakit Tourrette Syndrome dan dokter bedah saraf pertama yang berhasil melakukan operasi Stereotactic Brain Lesioning Thalamotomy pada penyakit epilepsi.

Lebih lanjut Prof Eka mengatakan ingin memotivasi seluruh dokter di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf untuk berambisi dapat melakukan operasi yang sebaik-baiknya untuk pasien, apapun kalangannya dengan kasus sesulit apapun juga.Bersama-sama saling mendukung, yang senior mendukung junior agar suatu saat akan mencapai kompetensi yang sama.

“Kita harus menjadi dokter bagi anak bangsa sendiri dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada dokter di Indonesia. Niscaya, derajat dokter Indonesia akan dapat dipandang sama dengan dokter lainnya di dunia,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN