Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Yogyakarta, Putu Diah Pratiwi

Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Yogyakarta, Putu Diah Pratiwi

Anak Perlu Diedukasi Penerapan Prokes yang Benar

Rabu, 9 Maret 2022 | 15:27 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

YOGYAKARTA, investor.id   - Bertepatan dengan peringatan "Hari Perempuan Internasional" program edukasi bincang sehat kembali diadakan oleh Siloam Hospitals Yogyakarta, dengan tajuk "Lindungi Buah Hati Kala Hadapi Pandemi". Tema ini dipilih menjadi pokok bahasan guna mengingatkan kembali para ibu dalam menjaga kesehatan keluarga, menghadapi pandemi Covid-19 menuju endemi.

Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Yogyakarta, Putu Diah Pratiwi mengutarakan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental anak oleh orang tua, termasuk pemenuhan asupan nutrisi dari sumber makanan bergizi dan menjaga kecukupan asupan cairan bagi anak selama masa pandemi. Disampaikan pula edukasi pada anak tentang penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Menurun, Menkominfo: Masyarakat  Jangan Kendur Prokes

"Termasuk menjalankan vaksinasi yang menjadi pencegahan terbaik saat ini," tutur dr Putu Diah Pratiwi membuka sesi edukasi bincang sehat secara live melalui aplikasi Instagram dalam keterangannya Rabu (9/3/2022).

Dalam program edukasi ini turut hadir Reisa Nurma, seorang 'momfluencer' yang cukup dikenal luas oleh para ibu di kota Yogyakarta.

Ia mengingatkan akan kebersihan area ruangan ruangan di area rumah juga diperhatikan. Adapun pada penggunaan masker, untuk anak di bawah usia dua tahun pemakaian masker belum dianjurkan, dikarenakan kemampuan anak berkomunikasi apabila terjadi sesuatu dalam menyampaikan komunikasinya.

Baca juga: Satgas Ajak Masyarakat Segera Vaksinasi dan Disiplin Prokes

"Usia anak dua tahun, tetap dijaga kesehatannya tanpa masker melalui lingkungan rumah yang sehat, ventilasi yang baik dan asupan nutrisi yang disesuaikan usia, termasuk asupan air susu ibu," ungkap Putu Diah Pratiwi, dokter Spesialis Anak yang berpraktik tetap di rumah sakit yang berlokasi di bilangan jalan Laksda Adisucipto, Demangan, Kota Yogyakarta ini.

Bimbingan Prokes

Istilah istirahat bermasker, untuk usia tiga tahun dapat dilakukan pada kondisi seperti tidur dan berada pada ruangan yang sehat. Para ibu dan orang tua dapat menemukan cara terbaik, interaktif dan menyenangkan untuk mengedukasi anak tentang protokol kesehatan dalam masa pandemi virus corona ini. Perilaku orang tua serta orang di lingkungan rumah akan menjadi contoh pertama bagi sang buah hati dalam pembentukan perilaku. 

Baca juga: Prokes 3M Kunci Atasi Covid-19 Apapun Variannya

"Kita harus senantiasa memberikan contoh yang baik dan benar terkait protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, yang dapat menjadi pondasi pembentukan perilaku hidup sehat anak" ungkap dr Putu Diah Pratiwi.

Adapun pada sesi tanya jawab mengenai keperluan jadwal imunisasi rutin yang harus dilakukan di rumah sakit, dapat disikapi dengan pedampingan dan penerapan protokol kesehatan yang benar pada saat keluar rumah. Manfaatkan pula layanan reservasi untuk imunisasi rutin termasuk layanan imunisasi 'drive thru' (dalam kendaraan) yang juga telah dilakukan di seluruh rumah sakit Siloam di tanah air. 

Baca juga: Ingatkan Disiplin Prokes, Kepala BNPB Bagikan Masker kepada Warga Bandung 

Untuk anak usia sekolah dengan skema pembelajaran tatap muka, perhatikan hal seperti edukasi anak akan pentingnya prokes membawa makanan dan minuman dari rumah, anak boleh diberi bekal yang sekiranya dapat dikonsumsi pada situasi yang memenuhi prokes yang telah diajarkan, serta siapkan masker pengganti.

Untuk pihak sekolah, dilandasi dengan komunikasi dengan dan antar orang tua, hal penting yang juga harus diperhatikan adalah: ventilasi, sirkulasi udara dan durasi interaksi. Keputusan tentang penyelenggaraan pertemuan tatap muka senantiasa disesuaikan secara cepat dengan dinamika situasi dan arahan pemerintah setempat.

"Termasuk melengkapi dengan 'reguler testing' di sekolah," imbuh dokter yang akrab disapa dr Tiwi ini.

Baca juga: Pelanggar Prokes Disanksi Sosial, Denda, dan Penutupan Sementara

Dokter Putu Diah Pratiwi Sp.A menutup sesi edukasi singkatnya dengan memberikan jawaban tentang Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang sering dijumpai, yakni adanya demam.

"Jika terdapat demam dengan suhu lebih dari  38°C, dapat segera diberikan asupan cairan yang lebih banyak sebagai kompensasi kehilangan cairan yang meningkat. Pada sebagian anak, rasa manis pada susu juga dapat mengurangi sensasi rasa nyeri. Sesungguhnya KIPI yang umum dijumpai merupakan reaksi alamiah tubuh dalam upaya pembentukan kekebalan. Demam dalam satu hingga dua hari pasca vaksinasi dapat diatasi dengan pemberian obat 'parasetamol' disertai dengan penambahan waktu tidur dan istirahat" paparnya.

Namun jika demam berlangsung lebih dari dua hari, orang tua dapat segera berkonsultasi dengan dokter terkait kemungkinan kejadian adanya kondisi kesehatan lainnya, misalnya demam yang merupakan tanda suatu infeksi yang terjadi bersamaan dengan demam pasca vaksinasi (ko-infeksi).

"Seperti contoh yang jamak saat ini yakni pada kasus demam berdarah Dengue atau beberapa kondisi lainnya, yang tentunya perlu penanganan dokter segera," pungkas dokter Putu Diah Pratiwi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com