Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi anak didampingi orangtua saat melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi anak didampingi orangtua saat melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ( Foto: Istimewa )

Tips Pantau Tumbuh Kembang Anak Selama Pembelajaran Daring

Minggu, 13 Maret 2022 | 10:30 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

SEMARANG, investor.id - Dua tahun perjalanan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar, terutama bagi pembelajaran anak. Aktivitas yang awalnya dilakukan secara tatap muka, kini harus disesuaikan dengan sistem daring. Tentunya, aktivitas tersebut menuntut peran orangtua dalam memantau tumbuh kembang anak.

Melihat pada kondisi tersebut, Siloam Hospitals Semarang turut berkontribusi dengan mengadakan sesi Instagram Live pada Jumat, 11 Maret 2022.

Advertisement

“Walaupun tidak dilakukan secara tatap muka, namun pembelajaran daring tetap harus dilakukan secara maksimal, karena tumbuh kembang anak selama dua tahun (pandemi) ini tetap harus berjalan sesuai usianya,” tutur dr Puni Oktisari Sp A, dokter spesialis anak di Siloam Hospitals Semarang dalam keterangannya Minggu (13/3/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bekasi Terapkan PJJ Lagi

Puni Oktisari menambahkan, orang tua memegang peranan penting dalam hal tersebut. Tak dapat dipungkiri, orangtua memiliki peran penting untuk mendukung anak menjalani kegiatan belajar di rumah, terutama bagi anak-anak yang masih berada pada jenjang TK, SD, dan SMP.

Anak-anak pada jenjang tersebut masih perlu dibantu untuk lebih fokus dan semangat dalam menciptakan suasana belajar. Dengan pendampingan yang dilakukan secara tepat, orangtua dapat mengawasi dan memantau tumbuh kembang anak selama pandemi.

Patut diingat akan pendampingan pada anak tidak selalu berjalan lancar. Kerap kali ditemui kendala seperti anak mulai kehilangan motivasi belajar, lebih emosional, sulit diatur, atau bahkan menjadi tantrum.

Baca juga: Pemerintah  Salurkan 3,6 Juta Paket Data Internet untuk PJJ

Siloam Hospitals Semarang
Siloam Hospitals Semarang

Untuk menangani hal tersebut, simak sembilan tips berikut :

1. Komunikasikan dan beri pengertian ke anak.

Anak-anak TK dan SD kadang kalanya masih belum paham kondisi pandemi Covid-19, mungkin mereka bertanya-tanya, mengapa tidak rutin datang ke sekolah? Mengapa belum boleh bermain bersama teman? Mengapa belum boleh jalan-jalan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi tanggung jawab orangtua untuk menjelaskan ke anak, bahwa masa pandemi ini mengharuskan kita untuk melakukan berbagai aktivitas dari rumah, mulai dari belajar hingga bermain. Berikan pengertian ke anak, orangtua akan mendampingi proses belajar sehingga anak-anak tak perlu merasa takut.

Baca juga: DPR Minta Kemendikbudristek Cermati Angka Putus Sekolah dan Efektivitas PJJ

2. Anak harus diberikan peraturan

Kebiasaan baik yang telah terbentuk sebelum pandemi harus dijaga agar anak dapat mandiri dan terbiasa melakukan aktivitasnya. Tetap terapkan peraturan pada anak, seperti, bangun pagi setiap pukul 06.00, mandi dan sarapan sebelum mengakses Zoom, dan membatasi jam tidur pada malam hari.

3. Membuat pojok atau sudut belajar

Dilandasi dengan kesepakatan dari anak, sudut belajar dibuat untuk memberi pengertian bahwa anak mempunyai ruangan sendiri untuk belajar. Penentuan sudut belajar juga disesuaikan dengan keinginan anak agar lebih bersemangat, misalnya anak lebih suka belajar dengan melihat pemandangan di luar rumah, maka buat meja belajar di dekat teras rumah.

Baca juga: Mendikbud Khawatirkan Risiko Loss of Learning dari PJJ Berkepanjangan

4. Buat inovasi dalam pembelajaran anak

Ajak anak melakukan aktivitas di rumah yang sesuai dengan kurikulum pembelajarannya di sekolah. Misalnya, materi pembelajaran anak di sekolah mengenai berhitung, maka orangtua dapat mengajak anak membuat beberapa kue kemudian anak dapat menghitung kue hasil buatannya. Hal ini juga untuk melatih saraf motorik dan kognitif anak.

5. Awali kegiatan belajar dengan doa

Supaya anak lebih siap memulai kegiatan belajar, orangtua dapat menuntun anak untuk berdoa ataupun melakukan olahraga ringan.

Baca juga: PJJ Tantangan Besar Pelajar di Wilayah Terpencil

6. Berikan apresiasi pada anak

Selama mendampingi anak, sekecil apapun usaha yang sudah dilakukan saat kegiatan pembelajaran, berikan apresiasi agar anak merasa lebih dihargai.

7. Lakukan review atau penguatan materi belajar. Setelah belajar, ajak anak mengulang secara singkat materi dan aktivitas belajar yang telah ia lakukan.

8. Akhiri kegiatan belajar dengan doa

Anak juga perlu mengetahui kapan waktu kegiatan belajar berakhir. Hal ini bertujuan supaya mereka tidak jenuh dan lelah ketika harus belajar dalam jangka waktu yang panjang. Selain berdoa, bernyanyi juga dapat dilakukan sebagai penanda untuk mengakhiri kegiatan belajar.

9. Orangtua harus tersenyum dan sabar

Meskipun terkesan susah, tersenyum dan sabar juga merupakan hal yang tak kalah penting. Jangan sampai anak menjadi tertekan, stres, dan enggan belajar di rumah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN