Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus hepatitis

Virus hepatitis

Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, Patogen CMV Paling Banyak Ditemukan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:30 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan hepatitis akut di Indonesia saat ini terdata sebanyak 16 kasus probable. Diketahui patogen paling banyak ditemukan adalah Cytomegalovirus (CMV). 

Secara kumulatif, kasus hepatitis akut di Indonesia sampai saat ini ada 70 kasus yang tersebar di 21 provinsi. Dari 70 kasus itu ada 16 probable, 14 pending, dan 40 discarded. 

Advertisement

Syahril menuturkan discarded artinya kasus yang disingkirkan karena penyebabnya sudah diketahui dan bukan dari kelompok hepatitis. Gejala terbanyak dialami pasien  adalah demam, mual, muntah, dan kuning. 

"Dari pemeriksaan PCR dan metagenomik terhadap 16 probable telah diketahui patogen paling banyak ditemukan pada pasien portable adalah cytomegalovirus (CMV) yakni 4 dari 15 pasien yang diperiksa," katanya pada konferensi pers secara virtual, Jumat, (24/6/2022). 

Syahril menyebutkan 9 dari 16 pasien probable yang telah diperiksa PCR dan metagenomik terdeteksi virus dari famili herpesviridae yakni CMV, HSV1, HHV- 6A, HHV1, EBV. Selanjutnya 1 pasien positif enterovirus dan 1 pasien positif adenovirus. 

Dikatakan Syahril, sampai saat ini definisi hepatitis akut belum ada dibuatkan oleh WHO. Hal ini karena masih menunggu definisi seperti halnya PCR positif untuk Covid-19. 

"Tetapi untuk hepatitis ini masih belum ada yang disebut dengan konfirmasi," ucapnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN