Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Jerrygreen, program ini akan mengumppulkan plastik bekas pakai jerigen untuk didaurulang

Jerrygreen, program ini akan mengumppulkan plastik bekas pakai jerigen untuk didaurulang

Program Jerrygreen Dorong Ekonomi Sirkular Kemasan Plastik Jerigen

Minggu, 26 Juni 2022 | 22:42 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id– Program Jerrygreen yang digelar Kraft Heinz Food Service Indonesia akan mengumpulkan jerigen plastik HDPE bekas pakai produk ABC untuk didaur ulang. Proram ini diharapkan dapat mendorong ekonomi sirkular kemasan plastik jerigen.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan menghadirkan dampak positif di manapun kami beroperasi. Melalui program Jerrygreen, kami kembali memperkuat komitmen ini serta melibatkan para mitra bisnis kami untuk bersama-sama membangun sinergi positif bagi lingkungan. Kami berharap program pengumpulan jerigen plastik bekas pakai ini dapat menginsipirasi terciptanya gerakan yang lebih besar, melibatkan lebih banyak pelaku industri perhotelan, restoran, dan cafe di Indonesia. “ kata Steven Debrabandere, Managing Director Kraft Heinz Indonesia & Papua New Guinea di Jakarta.

Advertisement

Program yang digelar dalam momentum perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2022 yang jatuh pada bulan Juni ini bekerjasama dengan Waste4Change, perusahaan pengelolaan sampah. Waste4Change akan mengumpulkan jerigen plastik bekas pakai dari 12 mitra hotel dan restoran dan juga 2 distributor yang tersebar di area Jakarta. Program Jerrygreen akan berlangsung selama 12 bulan ke-depan dan diharapkan dapat turut mengumpulkan setidaknya 5.000 kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai dari produk-produk Heinz ABC untuk didaur ulang, sekaligus mendukung terlaksananya praktik ekonomi sirkular yang optimal.

Program Jerrygreen akan fokus pada pengumpulan (collection) kemasan jerigen dari produk-produk Heinz ABC yang digunakan oleh para pelaku industri HORECA untuk di daurulang (recycle). Pada tahap awal peluncurannya, mitra hotel dan restoran yang berpartisipasi termasuk diantaranya adalah Aloft South Jakarta, Aloft Wahid Hasyim, The Mayflower Mariott Executive Apartment, Le Meridien Jakarta, JW Mariott Jakarta, Four Points by Sheraton Thamrin, Ritz-Carlton Mega Kuningan, The Westin Jakarta, Aryaduta Suites Semanggi, Aryaduta Lippo Village, Doner Kebab, dan Abuba Steak.

“Aryaduta memiliki misi yang sama untuk menjalankan bisnis yang lebih sustainable dan mindful. Dua properti kami, yaitu Aryaduta Lippo Village dan Aryaduta Suites Semanggi, sangat senang dapat ikut mengurangi sampah plastik dan berharap kedepannya akan ada lebih banyak hotel yang berpartisipasi,” kata Beby Benazir, group director of marketing and communications Aryaduta International Management.

TKDU

Dalam proses pengumpulan kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai ini, Kraft Heinz Food Service Indonesia juga melibatkan dua mitra distributor, yakni Cahaya Inti Putra Sejahtera & Kartika Distrindo. Kemasan yang terkumpul kemudian akan diambil oleh pihak Waste4Change secara berkala untuk selanjutnya diproses di Rumah Pemulihan Material mereka. Setelah melalui proses pembersihan dan pemotongan, kemasan ini akan disalurkan kepada mitra pendaur ulang plastik HDPE, PT Elite Recycling Indonesia (PT ERI), untuk diproses menjadi bahan baku daur ulang produk selanjutnya. Pemilihan mitra pendaur ulang ini mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya kapasitas teknologi daur ulang yang mumpuni untuk menjaga kualitas material tetap baik, serta proses yang dilakukan secara terstandarisasi dan bertanggung jawab.  

Untuk dicermati, data SIPSN KLHK RI 2021 menunjukkan bahwa dari 154 kabupaten/kota se-Indonesia, 19,6% sampah dihasilkan dari kawasan perniagaan dan 16% dari kawasan pasar tradisional. Demi mendukung terwujudnya program Indonesia Bersih Sampah 2025, KLHK telah mengeluarkan Peraturan Menteri LHK RI no. 75 Tahun 2019 mengenai Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang juga mencakup para pelaku usaha di bidang manufaktur, jasa makanan minuman, dan juga ritel.

 “Industri makanan minuman serta pelaku bisnis kuliner seperti hotel dan restoran berperan penting dalam rantai pengelolaan kemasan. Saat ini kita melihat adanya tren dari konsumen yang semakin menghargai para perusahaan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Sebagai perusahaan penyedia jasa pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, Waste4Change mendorong partisipasi berbagai pihak dalam menyukseskan visi Indonesia Bersih Sampah 2025. Kami berharap langkah ini dapat semakin mengedukasi masyarakat, para pengusaha kuliner, dan pelaku industri tentang pentingnya mengelola sampah dengan bertanggung jawab”, tegas Bijaksana Junerosano, CEO Waste4Change.

Rosanno mengungkap jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 175 ribu ton per hari atau 64 juta ton per tahun. Dan 15% adalah sampah plastik, termasuk derigen. Mirisnya, hanya 39% sampah yang bisa diangkut dan di desa hanya 35%. Sedangkan yang diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS) hanya 19%.

Tak hanya pelaku industri kuliner, Rosanno juga berharap pelaku industri kemasan dapat memproduksi kemasan dengan tingkat kandungan daur ulang (TKDU) yang cukup tinggi. “Indonesia punya PR besar memilah sampah. Data BPS mengungkap 80% masyarakat tak memilah sampah sehingga sulit dan mengganggu tingkat daur ulang sampah. Apalagi belum ada angka pasti TKDU dalam peraturan menteri,” ungkap Rosanno.

Sinta Saptarina Soemiarno M.Sc, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengungkapkan mengapresiasi program Jerrygreen sebagai bentuk peran serta produsen dalam mendukung pemerintah mewujudkan pengelolaan sampah nasional terutama kegiatan pengurangan sampah kemasan berbasis ekonomi sirkular. Hal ini sejalan dengan Permen LHK Nomor P.75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menggerakkan upaya pengelolaan sampah kemasan yang berkelanjutan, khususnya diantara para pelaku industri makanan minuman serta para pengusaha hotel, restoran, dan cafe di tanah air. Harapan kami, para mitra hotel dan restoran yang terlibat dalam kolaborasi ini dapat segera menyampaikan dokumen perencanaan pengurangan sampahnya seperti yang sudah dilakukan oleh PT Heinz ABC Indonesia,” kata Sinta.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN