Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. (Foto: Antara)

Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. (Foto: Antara)

Tragedi Kanjuruhan Urutan Kedua Laga Sepakbola Paling Mematikan di Dunia

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:13 WIB
Whisnu Bagus Prasetyo (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id -Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 127 orang tewas pascapertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) menempati urutan kedua dalam sejarah pertandingan sepak bola paling mematikan di dunia.

Di urutan pertama pertandingan sepak bola paling mematikan dunia terjadi di Estadio Nacional di Lima, Peru 24 Mei 1964 dengan korban tewas 328 orang. Setelah itu, tragedi di Accra Sports Stadium, Accra, Ghana pada 9 Mei 2001 dengan korban tewas 126 orang. Dengan korban tewas mencapai 127 orang, otomatis Tragedi Kanjuruhan menempati urutan kedua dalam daftar tragedi sepakbola dengan korban terbanyak di dunia.

Tragedi paling mematikan berikutnya adalah di Hillsborough, Sheffield, Inggris pada 12 Maret 1989 dengan korban tewas 96 orang.

Mengutip Priceeconomic, dengan perkiraan 3,5 miliar penggemar, sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia. Stadion yang menampung lebih 100.000 penggemar seperti Nou Camp di Barcelona, Spanyol seringkali melebihi kapasitas maksimum. Ini bisa menjadi pemicu yang dapat menyebabkan kerusuhan.

Daftar tragedi sepakbola dengan korban tewas paling banyak di dunia

Seringkali, pasukan polisi yang hadir di pertandingan tidak dilengkapi atau dipersiapkan untuk situasi ini. Dalam daftar panjang insiden membuktikan ketidakmampuan polisi untuk mengendalikan kerumunan besar penggemar sepak bola.

Dari 35 bencana olahraga paling mematikan dalam sejarah, 22 (63%) terjadi di pertandingan sepak bola, mengalahkan olahraga paling mematikan kedua bagi penonton (mengemudi mobil balap).

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022), mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri. "Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico.

Tragedi Kanjuruhan bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Diketahui dalam laga itu, Arema FC kalah dengan skor 3-2.

Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri dan barracuda. Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu suporter.

Tragedi Kanjuruhan tersebut semakin membesar. Sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion tersebut. Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil K9 dibakar. Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas sehingga menimbulkan tragedi Kanjuruhan. 

Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Banyak suporter yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion. Para suporter tersebut panik dan akhirnya berhamburan.

Editor : Aditya L Djono (adityalaksmanayudha@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com