Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susana, Head of Marketing, Nutrifood (1)

Susana, Head of Marketing, Nutrifood (1)

Cegah Risiko Komplikasi Diabetes Saat Pandemi Covid-19

Rabu, 22 April 2020 | 23:54 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pembatasan konsumsi gula, garam, lemak (GGL) serta mencermati informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman tetap harus dilakukan, khususnya pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi serius di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Endang Sri Wahyuningsih MKM menjelaskan sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mencegah prediabetes maupun diabetes, konsumsi GGL per individu harus dibatasi, yaitu 50 gram gula atau 4 sendok makan gula per hari; 5 gram garam atau 1 sendok teh garam per hari; dan 67 gram lemak atau 5 sendok makan lemak per hari.

Selain membatasi konsumsi GGL, masyarakat juga harus mencermati informasi nilai gizi pada kemasan pangan olahan supaya asupan nutrisi harian tidak berlebih.

dr. Endang Sri Wahyuningsih
dr. Endang Sri Wahyuningsih

“Selain untuk individu yang sehat (belum terdiagnosa prediabetes maupun diabetes), anjuran batasi konsumsi GGL dan cermati informasi nilai gizi juga berlaku untuk penyandang diabetes, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah di Indonesia,” ungkapnya dalam Media Workshop Online bersama Nutrifood pada Rabu (22/4).

Dr Endang menjelaskan pada kondisi saat ini di mana Covid-19 sangat mudah menyebar dan menginfeksi, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penyandang diabetes untuk mengonsumsi nutrisi rendah GGL. Pasalnya, orang dengan diabetes memiliki kadar gula yang tidak terkontrol, sehingga amat rentan mengalami komplikasi serius jika positif terinfeksi Covid-19, bahkan dapat berakibat fatal.

Head of Nutrifood Research Center, Astri Kurniati, ST MappSc, menyarankan berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, 80% penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan jantung disebabkan oleh perilaku tidak sehat, termasuk pola makan yang tidak sehat. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19, masyarakat dengan kondisi penyakit tertentu seperti diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi serius apabila terkena Covid-19.

Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center
Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center

“American Diabetes Association menyatakan bahwa pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dan infeksi virus dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Kombinasi kedua kondisi ini pun semakin memperburuk risiko komplikasi,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, mengontrol kadar gula darah menjadi semakin penting bagi penyandang diabetes. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, di antaranya dengan menjaga pola makan sehat, menjaga berat badan dan rutin berolahraga.

Sebagai bagian dari pola makan sehat, penyandang diabetes sebaiknya memilih makanan tinggi serat, memperhatikan porsi dan waktu makan, serta membatasi konsumsi GGL sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI.

“Selain itu, pencegahan Covid-19 juga dapat penyandang diabetes lakukan dengan menjaga kebersihan diri termasuk sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman, kerja/sekolah/ibadah di rumah, istirahat cukup, dan gunakan masker saat berada di tempat umum,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN