Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar (tiga kiri), Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto (empat kiri), dan Paulus Tedjosutikno, Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.(kiri bawah) dalam Investor Daily Summit 2021 bertema Memperkuat Industri Makanan dan Minuman Berbasis Lokal yang digelar Investor Daily dan BeritaSatu Media Holdings secara daring, Selasa (13/7).

President Director Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar (tiga kiri), Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto (empat kiri), dan Paulus Tedjosutikno, Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.(kiri bawah) dalam Investor Daily Summit 2021 bertema Memperkuat Industri Makanan dan Minuman Berbasis Lokal yang digelar Investor Daily dan BeritaSatu Media Holdings secara daring, Selasa (13/7).

Investor Daily Summit 2021

Indonesia Masih Kekurangan Zat Gizi Mikro

Selasa, 13 Juli 2021 | 20:29 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan meningkat setelah dipicu pandemi Covid-19. Namun, faktanya, masih banyak masyarakat kekurangan zat gizi mikro (micronutrient) vitamin dan mineral, terutama anak-anak dan ibu hamil.

“Indonesia masih mengalami kekurangan micronutrient, seperti vitamin E, Fe, dan zinc,” kata President Director Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar dalam Investor Daily Summit 2021 bertema Memperkuat Industri Makanan dan Minuman Berbasis Lokal yang digelar Investor Daily dan BeritaSatu Media Holdings secara daring, Selasa (13/7).

Padahal, kekurangan micronutrient atau zat gizi mikro akan berpengaruh pada kondisi kesehatan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengungkapkan, data anemia pada ibu hamil dan anak di Indonesia cukup tinggi.

“Sebanyak 1 dari 3 anak menderita anemia dan 1/2 ibu hamil juga anemia Data Riskesdas 2007, anemia ibu hamil mencapai 24,5%, pada 2013 meningkat menjadi 37,10%, dan 2018 menjadi 48,90%,” ungkap Vera.

Anemia adalah kekurangan jumlah hemoglobin atau zat pembawa oksigen di dalam darah. Anemia disebabkan karena kekurangan asupan zat gizi mikro mineral zat besi atau Fe.

Anemia pada ibu hamil berisiko melahirkan bayi tak sehat dan juga stunting. Dalam jangka panjang, anemia akan menyebabkan penyakit jantung aritmia atau detak jantung cepat serta kerusakan otot jantung karena jantung bekerja keras untuk memompa darah akibat rendahnya pasokan oksigen yang dipicu kurangnya zat hemoglobin.

Vera menambahkan, pandemi Covid-19 semakin menambah beban kesehatan Indonesia. “Banyak sekali tantangan di pandemi ini. Kondisi kesehatan anak masih ada beban malnutrisi, stunting masih di angka 30,8% pada 2018, turun menjadi 27% pada 2019, dan kita punya target menurunkan angka stunting menjadi 14% pada 2024. Selain itu, 1 dari 4 anak Indonesia tak cukup minum air berkualitas,” ungkap Vera.

Komitmen Industri Mamin

Meski pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) diadang pandemi Covid-19, Nestle Indonesia, Danone Indonesia, dan Garudafood berkomitmen meningkatkan kualitas hidup setiap individu dan generasi mendatang melalui makanan dan minuman bergizi.

“Ada banyak produk Nestle seperti susu Dancow dan Susu Beruang yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Ganesan.

 Sejak 1971, Nestle menanam investasi di Indonesia melalui tiga pabrik. “Pada 2019, Nestle Indonesia menginvestasikan US$ 100 juta untuk menambah kapasitas sebesar 25% di tiga pabrik, yaitu di Karawang, Lampung, dan Pasuruan Jawa Timur. Pada 2021 menambah investasi sebesar US$ 220 juta untuk pabrik baru di Bandaraya, Jawa Tengah dan perluasan kapasitas di tiga pabrik,” ungkap Ganesan.

Untuk produk susu dan kopi, dilakukan pengembangan dan penggunaan bahan baku dalam negeri dan kemitraan dengan petani. “Nestle melakukan pengembangan sapi perah melalui 26 ribu peternak dan US$ 110 juta pembelian susu segar per tahun. Sedangkan Nescafe Plan, bermitra dengan 20 ribu petani kopi, dan Nestle menjadi pembeli terbesar biji kopi, yakni senilai US$ 80 juta,” ungkap Ganesan.

Hal sama juga diungkapkan Danone Indonesia. “95% produk Danone berasal dari pangan lokal,” ujar Vera.

Sedangkan, Paulus Tedjosutikno, Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk juga mengungkapkan komitmennya pada makanan bergizi.

“Garudafood dirintis dari kacang kulit merek Garuda dan seiring waktu mengembangkan bisnis kami dengan produk kacang lainhya, snack tradisional menjadi modern yaitu pilus, berbagai jenis biskuit termasuk cracker, juga minuman susu dan coklat,” papar Paulus

 “Lalu pada 2020 kami akuisisi produsen keju olahan dalam negeri Prochiz. Total ada tujuh merek yang kami punya, yaitu antara lain Garuda, Gerry, Chocolates, Leo untuk snack, Clevo untuk minuman susu,” tambah Paulus yang mengungkap fasilitas produksi Garudafood terdapat lima pabrik sekaligus bekerja sama dengan 8 mitra sebagai OEM di Jawa.

Keberlanjutan

Komitmen meningkatkan kualitas hidup melalui makanan industri tentunya berdampak pada peningkatan sampah kemasan. Namun mereka sepakat bahwa sampah bisa ditekan dengan menjadikan sampah sebagai ekonomi sirkular melalui konsep daur ulang kemasan.

“Nestle kini tak lagi menggunakan sedotan plastik, tapi sedotan kertas. Kami juga menargetkan net zero emisi karbon pada 2050 dengan pertanian regeneratif, hutan positif, dan energi terbarukan menggunakan energi biomas boiler sekam padi,” jelas Ganesan.

Bijak berplastik malah sudah digaungkan Danone Indonesia sejak lama melalui galon daur ulang. “Kami juga mengolah 12 ribu ton botol sampah per tahun dan menargetkan mengurangi 70% sampah plastik pada 2025,” tandas Vera.

 

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN