Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kasus Covid-19 Turun 34%, Provinsi Papua Barat & Maluku Turun Paling Signifikan

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:33 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, laju penularan kasus aktif COVID-19 turun sebanyak 17.014 pada pada 24 Agustus 2021 dari hari sebelumnya menjadi 273.750. Kasus aktif nasional telah mulai konsisten menurun, sejak mencapai puncaknya di bulan Juli yang lalu. Angka kesembuhan juga naik lebih dari 35 ribu per hari.

Menurutnya, pemerintah bekerjasama dengan seluruh pihak telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM level 2, 3 dan 4 sesuai dengan dinamisnya perkembangan situasi di lapangan.

Sesuai dengan evaluasi mingguan terjadi penurunan kasus 34% dibandingkan minggu sebelumnya. “Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di Provinsi Papua Barat, Maluku dan Jawa Tengah dengan persentase penurunan kasus tertinggi dibandingkan pekan sebelumnya,” ujar dr. Nadia saat menyampaikan perkembangan terkait situasi penanganan Covid-19 secara nasional, Rabu (25/8/2021).

Dia menambahkan, penurunan kasus sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa, sehingga pihaknya selalu mendorong provinsi/kabupaten-kota untuk terus meningkatkan testing di wilayah masing-masing.

Kementerian Kesehatan juga mencatat juga jumlah kematian mingguan menurun sebesar 16% dibandingkan minggu sebelumnya. Meski begitu, dengan level yang masih tinggi secara nasional maupun provinsi/kabupaten-kota harus terus diwaspadai untuk mencegah terjadinya keparahan yang dapat berpotensi menyebabkan kematian.

“Pekan lalu kita mencatatkan angka testing rate sebesar 2.54 per 1000 penduduk per minggu,” katanya. dr. Nadia juga mengatakan, secara nasional, trend keterisian tempat tidur terus menurun. Sehingga beban rumah sakit sudah sedikit ringan. Jika dilihat per provinsi, semua provinsi berada dibawah 70% Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur. Angka rata-rata BOR nasional per 24 Agustus ada pada angka 31,15%.

Hal lain yang juga disampaikan dr. Nadia ialah saat ini Indonesia menduduki peringkat 6 dunia dalam hal jumlah orang yang telah divaksin dan posisi ke 7 dunia dalam hal jumlah dosis vaksinasi. Menurutnya, lebih dari 57,78 juta penduduk indonesia telah divaksin dua kali maupun satu kali.

“Sementara untuk jumlah dosisnya sudah disuntikan sebanyak 91,1 juta dosis vaksin sampai 24 Agustus kemarin,” ujarnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

BAGIKAN