Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data internal Tokopedia menunjukkan kopi literan merek lokal, makanan khas Korea seperti tteokbokki dan jajangmyeon, nasi mentai atau spageti panggang kekinian, camilan manis hingga buah dan madu, menjadi produk paling populer selama kampanye Tokopedia Nyam berlangsung.

Data internal Tokopedia menunjukkan kopi literan merek lokal, makanan khas Korea seperti tteokbokki dan jajangmyeon, nasi mentai atau spageti panggang kekinian, camilan manis hingga buah dan madu, menjadi produk paling populer selama kampanye Tokopedia Nyam berlangsung.

Kopi Literan UMKM Jadi Produk Paling Diburu Selama Pandemi

Jumat, 18 September 2020 | 17:50 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di masa pandemi Covid-19, belanja online menjadi salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Di antaranya adalah produk makanan dan minuman. Uniknya, selama pandemi ini, kopi literan merek lokal yang merupakan hasil produksi dari UMKM menjadi produk paling populer.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan data internal Tokopedia menunjukkan bahwa kopi literan merek lokal, makanan khas Korea seperti tteokbokki dan jajangmyeon, nasi mentai atau spageti panggang kekinian, camilan manis hingga buah dan madu, menjadi produk paling populer selama kampanye Tokopedia Nyam berlangsung.

Sejak awal pandemi, Tokopedia menggelar kampanye Tokopedia Nyam. Tujuannya, mempermudah masyarakat mendapatkan produk makanan dan minuman dengan terjangkau dan tanpa keluar rumah. Mengingat belanja online dapat menurunkan risiko penularan virus di tempat ramai.

“Tokopedia Nyam juga bertujuan membantu para pegiat usaha di Indonesia yang berkecimpung di industri makanan dan minuman, terutama UMKM, mempertahankan bisnis dengan beradaptasi di tengah pandemi lewat pemanfaatan kanal digital,” ungkap Ekhel dalam keterangan pers diterima Jumat (18/9).

Ekhel menjelaskan Tuku, Anomali dan Dua Coffee adalah contoh kreator lokal di bidang kopi yang meraja di Tokopedia Nyam. Produknya kian digemari masyarakat selama pandemi. Anomali dan Dua Coffee bahkan mengalami peningkatan order harian masing-masing 3 dan 5 kali lipat. Produk kedua yang populer adalah makanan khas Korea, seperti tteokbokki dan jajangmyeon, menjadi lebih laris belakangan ini. Peningkatan penjualannya bisa mencapai lebih dari 5 kali lipat selama pandemi.

Nasi mentai atau spageti panggang kekinian juga tidak luput diburu. Momomaru sebagai salah satu produsen lokal nasi mentai mengalami peningkatan transaksi menjadi lebih dari 3 kali lipat selama pandemi.

Sedangkan makanan yang populer lainnya adalah camilan manis, seperti dessert box dan kue ijo, menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat melalui Tokopedia Nyam. Bittersweet by Najla adalah salah satu pegiat usaha dessert box lokal yang mengadopsi platform digital sejak pandemi (April 2020) dan telah menjual lebih dari 16 ribu produk. Bahkan 60% penjualannya berasal dari Tokopedia.

Terakhir adalah buah dan madu juga menjadi produk yang paling sering dibeli masyarakat di Tokopedia Nyam. Peningkatan penjualan buah dan madu masing-masing mencapai lebih dari 3 kali lipat dan lebih dari 2,5 kali lipat selama pandemi. “Dua produk ini sama-sama bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” paparnya.

Menurut Ekhel, penjual di Tokopedia di sisi lain berhasil menciptakan peluang dengan melihat kebiasaan baru masyarakat selama pandemi. Termasuk menjadi lebih sering memasak di rumah untuk menjamin kebersihan makanan yang dikonsumsi. Terbukti dari selama Tokopedia Nyam berlangsung, jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat selama pandemi. “Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi,” tutup Ekhel.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN