Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Head of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo Yuvlinda Susanta.

Head of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo Yuvlinda Susanta.

Mengenal Manfaat Telur Tanpa Kandang Sekat

Jumat, 7 Mei 2021 | 22:06 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Jakarta – Telur merupakan sumber protein yang baik dan harganya sangat terjangkau. Tak heran apabila telur sangat diminati oleh masyarakat sebagai salah satu sumber gizi dan nutrisi. Namun, saat ini hadir telur tanpa kandang sekat yang memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan biasanya. Apa saja itu?

Head of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo Yuvlinda Susanta mengatakan biasanya telur berasal dari peternak ayam petelur yang menggunakan kandang baterai atau terpisah. Dalam kandang terpisah tersebut, setiap ayam dipisahkan dengan sekat yang sempit. Sehingga ayam hanya makan, minum, dan bertelur, tanpa melakukan perilaku alaminya seperti bertengger, berjalan, ataupun berinteraksi dengan ayam lainnya. Sedangkan telur tanpa kandang sekat dihasilkan dari peternakan ayam yang dibiarkan bebas tetapi di dalam rumah ayam yang besar, tanpa sekat-sekat kandang yang biasanya memisahkan ayam.

Dengan demikian, lanjut dia, kesejahteraan ayam-ayam tersebut dapat lebih terjaga dan alami, serta dapat memberikan telur yang lebih berkualitas. “Secara nutrisi telur akan lebih bernutrisi karena ayam tidak stres. Tidak hanya itu, telur yang dihasilkan juga lebih higienis karena tidak bercampur dengan kotorannya sendiri,” ungkap Yuvlinda disela Super Indo Virtual Ramadan Media Meet Up, Jumat (7/5).

Menurut Yuvlinda, telur ayam merupakan produk asal hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Konsumsi Bahan Pokok (VKBP) 2017 dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi telur ayam ras adalah sebesar 18,16 kg/kapita/tahun sedangkan kebutuhan telur ayam ras sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 2.059.735 Ton.

Hal ini disebabkan karena selain dapat dijadikan makanan pokok, telur ayam juga dapat menjadi bahan tambahan dalam membuat makanan. Oleh karena itu, pihaknya berusaha menghadirkan telur ayam yang telah tersertifikasi NKV, serta menyediakan telur bebas kandang sekat (cage-free eggs). “Kami menjalankan tanggung jawab kami secara sungguh-sungguh dalam mengupayakan standar kesejahteraan hewan yang layak dalam rantai pasok kami,” jelasnya.

Selain 100% NKV, lanjut Yuvlinda, kini pelanggan bisa mendapatkan telur bebas kandang sekat (cage-free eggs) di 15 gerai Super Indo mulai Maret 2021 dan menargetkan 100 persen gerai akan menjual cage-free eggs pada 2022. “Ini adalah upaya berkelanjutan dan kami bekerja sama dengan pemasok dan mitra kami. Kami berharap bisa menginspirasi pelaku ritel makanan lain di Indonesia untuk bergabung dalam gerakan kesejahteraan hewan,” tutup Yuvlinda.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN