Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Yogyakarta

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Yogyakarta

Menpora: Perlu Sinergi Pembinaan Pemain Sepakbola Usia Muda

Minggu, 13 Juni 2021 | 09:35 WIB
Hendro D Situmorang

YOGYAKARTA, investor.id  - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan sinergi seluruh stakeholder diperlukan dalam pembinaan pemain sepakbola usia muda.

Menpora menyatakan Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional nantinya akan menjadi tulang punggung pembinaan pemain sepakbola usia muda di Indonesia.

Dia mengatakan, sosialisasi industri sepakbola untuk Indonesia Maju ini bertujuan untuk membangun sinergi dengan sejumlah lembaga terkait mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, PSSI dan stakeholder sepakbola daerah. Ada sepuluh kementerian yang mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo melalui Inpres tersebut.

Salah satu di antaranya adalah Kempora. Dalam Inpres tersebut, ada sepuluh tugas yang diinstruksikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Menpora menyebut, salah satu hal yang menjadi perhatian penuh dalam Inpres ini adalah melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang.

“Dalam inpres tersebut ada penugasan untuk masing-masing kementerian dan lembaga, khusus kepada kami (Kempora), setidaknya ada sepuluh tugas. Salah satu kesempatan untuk melaksanakan pelaksanaan kompetisi berjenjang, dari usia bawah hingga usia tertentu,” kata Amali dalam keterangannya pada Sabtu (12/6/2021) malam.

Selain itu, Menpora turut menjelaskan bahwa berharap akan mempercayakan implementasi Inpres tersebut kepada PSSI. Nantinya, PSSI bakal menjadi program-program eksekutor yang muaranya adalah mewujudkan cita-cita Inpres yang telah diterbitkan sejak 25 Januari 2019 ini.

“Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Sebab, kami harus bekerja bersama-sama dengan banyak pihak, terutama salah satunya federasi,” kata Menpora Amali.

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menyatakan hal ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memajukan dunia kulit bundar di Indonesia. Dia menjelaskan, PSSI mengusulkan sejumlah ide untuk melaksanakan amanah Inpres tersebut, terutama yang berkaitan dengan poin kedua pembinaan pemain usia dini.

Iwan menjelaskan, PSSI mengajukan pembinaan pemain di usia sekolah yang nantinya akan disinergikan dengan turnamen tahunan yang sudah ada, yaitu Piala Soeratin.

“Usulan dari PSSI yaitu perlombaan kompetisi yang ujungnya nanti akan disambut oleh turnamen usia dini yang digelar setiap tahun, yakni Piala Soeratin U-17 dan U-19,” kata Iwan.

Menurut dia, pemain-pemain muda yang saat ini masih duduk di bangku SMP bakal menjadi pemain yang mengisi skuad timnas Indonesia pada Olimpiade 2032.Sebab, Olimpiade 2032 memang menjadi target yang dipatok oleh Presiden Joko Widodo dalam percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

"Kami mengusulkan agar memutar pertandingan yang digelar dari tingkat Kabupaten/Kota di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemain-pemain pada usia ini kami diharapkan menjadi tulang punggung timnas Indonesia saat mengikuti Olimpiade 2032,” urai Iwan menutup.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN