Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chair of B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) yang juga merupakan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti 
sumber: istimewa

Chair of B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) yang juga merupakan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti sumber: istimewa

Pandemi Covid-19 Memperburuk Tingkat Kesenjangan pada Partisipasi Gender

Senin, 13 Juni 2022 | 05:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar bagi seluruh lini kehidupan, tak terkecuali pada sektor bisnis, mulai dari pelaku hingga pekerja, terkhusus perempuan. Bahkan, tingkat kesenjangan pada partisipasi gender kian memburuk. Jika sebelum pandemi tadinya 99,5 tahun, kini menjadi 135,6 tahun.

Chair of B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) Ira Noviarti mengatakan, kesenjangan ini terus dirasakan oleh pekerja perempuan, misalnya, representasi perempuan di posisi manajerial yang masih lebih sedikit dibanding laki-laki, kesenjangan besaran penghasilan antara perempuan dan laki-laki, serta minimnya peraturan terkait kekerasan terhadap perempuan.

Advertisement

“Diperlukan rekomendasi dan kebijakan yang bisa diterapkan secara terstruktur untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ungkap Ira yang juga merupakan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk dalam keterangan pers, Minggu (12/6/2022).

Berdasarkan data yang diperoleh oleh B20 WiBAC, sekitar 23% pekerja perempuan harus atau akan meninggalkan pekerjaan saat pandemi. Pekerjaan yang dijalani oleh perempuan juga memiliki resiko lebih karena adanya 19% over representation di dalam sektor yang terdampak langsung oleh pandemi, seperti sekolah, tempat penitipan anak, dan lainnya.

Baca juga: Kementerian PPPA: Kesetaraan Gender Jadi Isu Prioritas

“Hal-hal tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan dan kesejahteraan banyak keluarga, dalam skala global juga melemahkan kondisi ekonomi dunia. Oleh karena itu diperlukan aksi nyata dari para pemangku kepentingan, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” paparnya.

Pada 2018, Ira menyebut, The World Economic Forum memprediksi bahwa keterlibatan perempuan yang setara di dalam ekonomi global dapat mendorong peluang pertumbuhan PDB global sebesar USD 28 triliun. Agar peluang tersebut tidak terlewatkan, Gugus tugas B20 Women in Business Action Council (WiBAC) mengusulkan kebijakan dan aksi untuk memajukan perempuan.

Saat ini, lanjut Ira, B20 WiBAC merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi yang dibagi menjadi tiga pilar. Pertama adalah mengenai pemberdayaan kemampuan wirausaha perempuan dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha.

Sebagai tindak lanjut, jaringan bisnis perempuan dalam skala global harus terus dikembangkan. Kedua adalah mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dengan cara mempercepat akses perempuan pada lingkup digital/STEM, serta memperkuat keterampilan untuk mengambil pada posisi-posis pimpinan yang diperkuat dengan laporan berbasis gender.

Baca juga: B20 Indonesia Dorong Pemberdayaan Gender dalam Perdagangan Internasional

“Kebijakan terakhir adalah mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua. Hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk di masyarakat pedesaan, serta membangun kebijakan sistematis untuk menghindari kekerasan berbasis gender dan membantu korban kekerasan,” paparnya.

Menurut Ira, aspirasi di ’B20 WiBAC’ adalah bahwa di masa depan akan lebih banyak perempuan yang memimpin, berpartisipasi, dan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik. Didukung seluruh anggota, ia pun harap seluruh rekomendasi kebijakan yang nantinya kami rumuskan akan mampu melahirkan generasi perempuan-perempuan yang skillful, resilient dan berdaya dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional maupun global.

“Untuk membahas masalah ini, B20 Women in Business Action Council Side menggelar event Accelerating Inclusion of Women MSME’s in the Global Economy pada 17 Juni nanti,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN