Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Daewoong Infion, perusahaan joint venture Daewoong Group asal Korea Selatan di Indonesia, mengadakan Kick of Meeting dengan RSUP Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk memulai penelitian DW-MSC untuk perawatan Covid-19.

Daewoong Infion, perusahaan joint venture Daewoong Group asal Korea Selatan di Indonesia, mengadakan Kick of Meeting dengan RSUP Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk memulai penelitian DW-MSC untuk perawatan Covid-19.

Perusahaan Korsel Uji Klinis Perawatan Covid-19 Berbasis Stem Cell

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Perusahaan joint venture asal Korea Selatan Daewoong Group, 'Daewoong Infion,' bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memulai uji klinis fase 1 dalam pengembangan perawatan Covid-19 yang memanfaatkan sel punca milik Daewoong di Indonesia.

Chang-woo Suh, Presiden Direktur Daewoong Infion, menjelaskan uji klinis fase 1 bertujuan untuk menguji keamanan perawatan Covid-19 pada pasien dan diharapkan akan selesai tahun ini.

Daewoong Infion berencana akan memasuki uji klinis fase 2 pada paruh pertama 2021. DWP710 merupakan perawatan Dyspnea pada pasien Covid-19 dengan memanfaatkan sel punca Mesenchymal DW-MSC dan saat ini sedang diuji coba oleh perusahaan farmasi Korea Selatan Daewoong Pharmaceuticals.

“DWP710 yang dikembangkan oleh Daewoong Pharmaceutical telah terkonfirmasi memiliki efek anti-inflamasi dalam uji praklinis pada hewan yang mengidap Dyspnea,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Kamis (20/8).

Kick of Meeting dengan RSUP Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk memulai penelitian DW-MSC untuk perawatan Covid-19.
Kick of Meeting dengan RSUP Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk memulai penelitian DW-MSC untuk perawatan Covid-19.

Menurut Chang-woo, tingkat kelangsungan hidup meningkat lebih dari 30% dibandingkan dengan kelompok uji lainnya, di mana jaringan paru-paru yang rusak akibat inflamasi kembali pulih ke tingkat yang mendekati normal.

Selain itu, perawatan ini memiliki efek antivirus yang mampu mengurangi jumlah virus pada jaringan paru-paru hewan yang terinfeksi Covid-19 hingga di batas bawah deteksi.

Lebih lanjut Chang-woo mengatakan DWP710 saat ini sedang dikembangkan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia. Untuk DWP710 ini, Daewoong Infion dan Kementerian Kesehatan Indonesia menandatangani MoU untuk memulai kerjasama strategis terkait pengembangan perawatan Covid-19 dan uji klinis fase 1 yang telah disetujui pada Juli 2020. Pada 6 Agustus 2020, DWP710 terpilih sebagai proyek baru di Kementerian Kesehatan Indonesia.

“Daewoong Infion kini sedang melakukan uji klinis fase 1 bersama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang dikhususkan untuk perawatan Covid-19 dan memiliki kemampuan beragam dalam hal uji klinis global di bidang farmasi. Daewoong Infion menyediakan pakaian dan peralatan pelindung untuk staf medis rumah sakit,” paparnya.

Selain itu, tambah Chang-woo, Daewoong Infion dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo juga mempertimbangkan penelitian dan pengembangan kandidat vaksin Covid-19 lainnya dari Daewoong Pharmaceutical, seperti Niclosamide dan Camostat.Kedua produk tersebut masing-masing diharapkan mampu merawat pasien yang menderita Covid-19 ringan ataupun berat.

“Kami berterima kasih atas kerja sama aktif Pemerintah Indonesia dalam pengembangan perawatan Covid-19. Kami berharap penelitian ini akan memberikan hasil yang baik dan berkontribusi dalam pengembangan perawatan untuk mengatasi Covid-19,” ucap dia.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Dr Slamet MHP mengaku senang Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo dapat terlibat dalam penelitian ini. “Penelitian tahap 1 ini merupakan sebuah peluang dan tujuan untuk proses fase 2 dan fase 3 selanjutnya,” tutup dr Slamet.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN