Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah Sakit Siloam Ambon. Foto: Istimewa

Rumah Sakit Siloam Ambon. Foto: Istimewa

Siloam Hospitals Ambon Berbagi Informasi tentang Mitos-Fakta Stroke

Minggu, 7 Februari 2021 | 13:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

MALUKU, investor.id - Mengacu pada data 2014 hasil Penelitian pengembangan kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI,  21,1% dari seluruh penyebab kematian disebabkan oleh stroke. Adapun data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pada 2009 menyebutkan 65% pasien stroke mengalami kecacatan dari berbagai level, tidak hanya mereka yang tidak bisa berjalan, bergerak, tetapi juga gejala lain yang mengindikasikan seseorang terkena stroke.

Dokter spesialis syaraf dari Siloam Hospitals Ambon, dr Enseline Nikijuluw, SpS mengatakan, membangkitkan rasa gembira dan bahagia, merupakan cara efektif dan mudah yang dapat dilakukan.

"Selalu membangkitkan rasa gembira guna relaksasi pada otot dan kerja saraf tepi," ungkap dr. Enseline dalam keterangan pers.

"Pada saat kita gembira atau merasa senang itu akan membuat keseimbangan hormon-hormon dan neurotransmiter otak. Maka akan mempengaruhi kerja organ-organ di tubuh agar lebih aktif dan seimbang," imbuhnya menambahkan.

Stroke sudah menyerang usia muda. Foto ilustrasi: IST
Stroke sudah menyerang usia muda. Foto ilustrasi: IST

Dokter Enseline Nikijuluw melanjutkan, selain sejumlah faktor stroke yang umum dimiliki manusia lanjut usia, khususnya di wilayah Maluku, dokter yang sehari harinya berpraktik di Siloam Hospitals Ambon ini turut menjelaskan sejumlah fakta dan mitos.

*Beberapa informasi yang tidak benar seputar penyakit stroke itu adalah stroke merupakan penyakit orang tua dan tidak bisa dicegah. Termasuk mitos yang menyatakan stroke adalah penyakit keturunan dan penyebab penyakit jantung. Sejumlah mitos itu harus diluruskan agar masyarakat, khususnya di kota Ambon mengetahui," tutur dr Enseline Nikijuluw SpS.

Dalam paparannya, Enseline menyebutkan, hampir 80% gejala penyakit stroke dapat dicegah melalui prilaku hidup sehat dan konsisten. Termasuk penyembuhan stroke apabila timbul gejala dini.

"Dengan catatan, segera melakukan deteksi dini dan pengobatan teratur jika merasakan gejala dini akan penyakit stroke," imbuhnya mengingatkan.

Disebutkan cara mudah mengenali gejala stroke, antara lain : sulit menelan air minum, gerakan sebagian anggota tubuh melemah dan sakit kepala yang muncul tak diduga.

"Karenanya  sangat diperlukan melakukan  pola hidup sehat sekaligus mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang tidak normal pada tubuh kita agar kita dapat mengatasi penyakit dengan pengobatan yang tepat," pungkas dr. Enseline.

Stroke adalah penyebab kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. Di tahun berikutnya 2015,  adalah penyebab kematian tertinggi di dunia (Data Kemenkes RI). Saat ini terdapat 17 juta kasus Stroke, 6,5 juta kematian, dan 26 juta penyintas.

Faktor resiko yang menyebabkan stroke pada umumnya karena Darah Tinggi, Gula Darah, Diabetes, Kolesterol, Asam Urat, Obesitas, dan Kebiasaan merokok  serta mengkonsumsi alkohol.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN