Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menaker Canangkan Program Nol Pekerja Anak di Makassar

Senin, 29 Desember 2014 | 16:19 WIB
ah

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mencanangkan program "zero" (nol) pekerja anak di Makassar, Sulsel, dalam rangka mengembalikan peran anak sebagai siswa yang harus mendapatkan pendidikan layak.

"Saya tidak ingin lagi setelah program ini dicanangkan mendapati ada pekerja anak yang dipakai oleh perusahaan. Dari Makassar ini kami mulai, semoga bisa diikuti oleh semua daerah di seluruh Indonesia hingga kita bisa terbebas secara nasional dari pekerja anak tahun 2022," kata Hanif lewat siaran persnya di Jakarta, Senin (29/12).

Oleh karena itu, dia mengatakan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Kemnaker harus sungguh-sungguh dan serius dalam mengawal program ini dan tidak mudah untuk digoda dengan suap atau lainnya.

"Saya ingin pengawas di bawah kementerian yang saya pimpin kuat iman. Tidak mudah dibujuk rayu dengan apapun. Kalau memang salah dan tidak mengikuti aturan ya ditindak, jangan dibiarkan pelanggaran itu terjadi karena ada sesuatu yang ditawarkan," katanya.

Dia berharap program pencanangan nol pekerja anak ini juga didukung oleh semua pihak termasuk para gubernur, walikota dan perusahaan. Sebab, tanpa dukungan semua pihak program semacam ini hanya akan menjadi rezim kertas yang tak akan berpengaruh di lapangan.

"Saya ingin semua pihak proaktif dan mendukung program ini. Pemprov dan pemda serta perusahaan harus juga ikut berperan aktif selain kami dari pemerintah," katanya.

Menaker juga meminta semua perusahaan di semua sektor juga harus segera menghentikan pemanfaatan pekerja anak. Sebab, dia akan segera membuat tindakan tegas jika masih ditemukan perusahaan yang bandel dan tidak mematuhi aturan. (ID/ant/ths)

Editor :

BAGIKAN