Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Batam Diubah Jadi KEK Agar Mampu Bersaing

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 13:17 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Pemerintah berencana mengubah status Batam dari kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Ini dilakukan karena perkembangan FTZ Batam dinilai tidak sesuai harapan.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan hal itu dalam Rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam di Jakarta, Kamis (18/8).

 

"FTZ Batam sudah tidak kompetitif lagi. Jika terus dipertahankan akan kalah dengan negara lain. Rencananya kita akan mentrasformasikan FTZ ini menjadi KEK," kata Darmin.

 

Hadir dalam rapat tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Ketua Tim Teknis Dewan Kawasan Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dan pejabat darikementerian/lembaga terkait.

 

Perubahan menjadi KEK Batam nantinya akan melalui tahap transisi.  Masa transisi ini diharapkan selesai dalam waktu tiga tahun termasuk di dalamnya pemerintah akan mengganti kelembagaan dari FTZ Batam menjadi KEK Batam.

 

"Dalam masa transisi kami akan membuat desain (kelembagaan) seperti Dewan Nasional KEK, Dewan Kawasan FTZ Batam berubah menjadi Dewan Kawasan KEK serta BP Batam sebagai badan usaha pengelola KEK sekaligus administrator," lanjut Darmin seperti dikutip laman resmi Kementerian Bidang Perekonomian pada hari yang sama.

 

Menurut Darmin, selama ini daya saing Batam dinilai makin menurun dan tidak mampu mengimbangi kawasan sejenis di Malaysia dan Singapura. Transformasi menjadi KEK dimaksudkan agar Batam mampu menghadapi era pasar bebas, semacam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

 

"Kalau mau Batam benar-benar bersaing dengan Malaysia dan Singapura, kita seyogianya harus maju selangkah lagi. Kita sadar FTZ ini tidak bisa dipertahankan lama-lama," tandas Darmin. (ns)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN