Menu
Sign in
@ Contact
Search

Darmin Harapkan Lukita D Tuwo Ciptakan Ekonomi Batam Berdaya Saing

Kamis, 19 Oktober 2017 | 17:19 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Batam (PBPB) Darmin Nasution mengharapkan pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang baru bisa menciptakan ekonomi Batam yang berdaya saing dan maju serta mewujudkan target pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut sebesar 7% dalam dua tahun.

Hal tersebut dikemukakan Darmin saat melantik Lukita Dinasyah Tuwo sebagai Kepala BP Batam menggantikan Hatanto Reksodipoetro di Jakarta, Kamis.

Dalam sambutan acara pelantikan Dewan Pengurus BP Batam, Darmin seperti dilansir Antara mengatakan, pelantikan ini dilakukan untuk mengembalikan kejayaan kawasan Batam sebagaimana tujuan awal ditetapkan sebagai FTZ sejak 1973.

"Kawasan Batam saat ini tidak lagi memiliki daya tarik dibanding kawasan sejenis di ASEAN, terutama setelah mulai berlakunya MEA, yang memberikan pembebasan bea masuk bagi barang produksi dari negara ASEAN yang masuk ke dalam wilayah Indonesia," ujarnya.

Darmin menambahkan keterpurukan Batam sudah terlihat dari data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam yang mencatat jumlah perusahaan yang tutup pada 2015 mencapai 54, pada 2016 mencapai 62 dan hingga Juli 2017 telah mencapai 53.

Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Batam hanya mencapai 5,45% pada 2016 dan hingga semester I-2017 hanya mencapai kisaran 2%, karena lesunya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Selain itu, persoalan lainnya adalah masih terdapat kebijakan di kawasan yang menimbulkan protes dan kegaduhan dari pelaku usaha serta dualisme pengelolaan wilayah antara BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam yang mengganggu pelayanan perizinan.

"Penyelesaian aset fasilitas sosial dan fasum yang dimiliki BP Batam juga masih terkendala proses administrasi sehingga pemanfaatannya oleh pemerintah kota Batam belum optimal untuk melayani masyarakat," kata Darmin.

Untuk itu berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Dewan Kawasan Batam pada 16 Oktober 2017, telah disepakati kebijakan dalam rangka percepatan revitalisasi FTZ Batam yaitu pengembalian Batam sebagai tujuan investasi yang menarik dan menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan regional dan nasional.

"Komunikasi dengan pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha menjadi salah satu faktor kunci untuk mewujudkan hal tersebut," kata Darmin yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, tambah dia, transformasi FTZ Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perlu dilakukan dalam waktu singkat seperti arahan Presiden.

Ia menambahkan beberapa program yang harus dilakukan oleh pengurus baru antara lain menyelesaikan dualisme dan membangun sinergi dengan semua pemangku kepentingan dan mempercepat transformasi FTZ ke KEK Batam.

Kemudian, kata Darmin, meningkatkan pelayanan dan investasi, meningkatkan kinerja organisasi BP Batam dan mendukung pembangunan kota Batam yang nyaman, aman, asri dan lestari.

"BP Batam juga harus menyelesaikan kebijakan BP Batam yang sudah dilaksanakan sejauh ini atau yang belum selesai yaitu pengalihan aset, pelayanan pelabuhan, persoalan lahan, pelaksanaan audit BPKP dan lain-lain," ujarnya.

Berikut ini pengurus BP Batam yang baru: Lukita Dinarsyah Tuwo, sebagai Kepala BP Batam, Purwiyanto --Anggota 1 Deputi Bidang Keuangan, Yusmar Anggadinata --Anggota 2 Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Dwianto Eko Winaryo-- Anggota 3 Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, dan Bambang Purwanto --Anggota 5 Deputi Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com