Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bappenas: Bertumbangnya Sektor Ritel Menjadi Tren Dunia

Senin, 13 November 2017 | 13:29 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai bertumbangnya sektor ritel saat ini menjadi tren dunia. Dengan semakin majunya teknologi, perdagangan juga kini bergeser dari perdagangan fisik ke perdagangan elektronik atau e-commerce.


Hal tersebut disampaikan Bambang menanggapi isu melemahnya daya beli masyarakat dan tutupnya sejumlah gerai di Tanah Air.


"Mungkin ada masalah dengan daya beli tapi kita juga tolong perhatikan di AS sektor ritelnya juga tumbang, banyak toko tutup karena e-commerce. Artinya, ini tren dunia yang suatu saat akan masuk Indonesia dan mungkin gejalanya sudah mulai di Indonesia," kata Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Jumat (10/11).


Dia juga menuturkan, bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini belum bisa menangkap transaksi online atau informal, padahal jumlahnya banyak. Karena itu, ia berharap ke depannya BPS bisa mencatat denyut konsumsi, khususnya konsumsi dalam bentuk online, yang sebenarnya dari masyarakat.


"Sekarang kita mana tahu. Kalau ada datanya berarti BPS punya, ini kan orang hanya memperkirakan. Yang pakai Tokopedia, Lazada, dan sebagainya itu mungkin yang kelihatan, yang lewat Instagram, Facebook, memangnya ketangkap sama BPS atau otoritas?" tanya Bambang seperti dilansir Antara.


Badan Pusat Statistik sebelumnya mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen.


Seluruh komponen PDB pengeluaran tumbuh positif. Pertumbuhan yang tertinggi adalah ekspor yaitu 17,27%. Investasi yang ditunjukkan dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,11%. Sedangkan konsumsi Rumah Tangga (RT) tumbuh 4,93%, dan konsumsi pemerintah paling rendah pertumbuhannya yaitu 3,46%.


Terkait dengan ekspor, sebagian besar ekspor Indonesia ditujukan ke China, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Ekspor nonmigas tumbuh 20,51% (yoy) dengan komoditas utamanya adalah lemak dan minyak hewan nabati. Sementara ekspor migas tercatat tumbuh 3,20% (yoy).


Ekspor jasa juga tumbuh 12,40% seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dan juga penerimaan devisa yang masuk dari pariwisata. Di sisi lain, impor barang dan jasa berkontribusi sebesar 18,82% sebagai faktor pengurang dalam PDB dan mengalami pertumbuhan sebesar 15,09% (yoy). (ks)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN