Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Inflasi Juli 0,28%

Kamis, 2 Agustus 2018 | 13:54 WIB

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada Juli 2018 terjadi inflasi 0,28% (mtm), 2,18% (ctc), dan 3,18% (yoy), dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 134,14. Dari 82 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong (1,47%) dan terendah di Depok, Banyuwangi, dan Surabaya masing-masing 0,03%.


Inflasi pada Juli 2018, menurut dia, terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan (0,86%), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,45%), serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,16%).


Lainnya yaitu kelompok sandang (0,29%), kelompok kesehatan (0,27%), dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,83%). “Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,65%,” tutur dia.


Kepala BPS menjelaskan, kenaikan harga pangan, seperti telur, ayam ras, dan daging ayam ras, serta harga bahan bakar minyak (BBM), seperti bensin, mendorong inflasi Juli menjadi 0,28%. Meski inflasi menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,59%, ada kenaikan pada inflasi inti ke angka 0,41%.


Suhariyanto mengakui, inflasi Juli 2018 yang mencapai 0,28% (mtm) lebih rendah dibandingkan Juni 2018 sebesar 0,59%. “Tapi itu hal yang biasa karena puncak konsumsi kan ada di Ramadan dan Lebaran,” tandas dia.


Dia mengemukakan, saat komponen inti mengalami inflasi 0,41% pada Juli lalu (mtm), komponen administered price mengalami deflasi 0,68% dan komponen volatile food mengalami inflasi 0,9 %. (az)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/kenaikan-harga-telur-ayam-ras/178593

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN