Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan K-UKM Expo 2021 ke 8 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (15/9/2021). Foto: Amrozi Amenan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan K-UKM Expo 2021 ke 8 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (15/9/2021). Foto: Amrozi Amenan

Salurkan KUR Rp 2,42 Miliar, OJK-LJK Jatim Dukung UMKM Bangkit dari Pandemi

Kamis, 16 September 2021 | 17:33 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur bersama industri jasa keuangan berkomiten mendukung pemulihan ekonomi Jatim lewat penyaluran Kredit Usaha Rakayat (KUR) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim.

Salah satunya adalah penyaluran KUR sebesar Rp2,42 miliar kepada 9 pelaku UMKM. Masing-masing disalurkan oleh Pegadaian sebesar Rp 30 juta untuk UMKM di bidang pembuatan produk kulit, sandal, dompet dan sabuk, Bank Jatim sebesar Ro 500 juta untuk UMKM pengolah biji plastik, Kantor Wilayah Bank Mandiri Jatim sebesar Rp 300 juta untuk UMKM usaha nasi Madura, BNI sebesar Rp 500 juta untuk UMKM sambel, Bank BRI sebesar Rp 500 juta untuk UMKM krupuk, PNM sebesar Rp 11 juta untuk UMKM makanan ringan, es dan pentol, Bank UMKM Jawa Timur sebesar Rp 500 juta untuk UMKM krupuk, Bank BTN sebesar Rp 175 juta untuk UMKM pengelolaan kopi dan Bank Syariah Indonesia sebesar Rp 150 juta untuk UMKM kripik brownies.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, OJK berperan aktif mendukung upaya membangkitkan UMKM di Jatim dari dampak pandemi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan berbagai program. Salah satunya adalah mendorong bussines matching, baik antara UMKM dengan LJK maupun antara UMKM dengan industri.

“Pencairan kredit sebesar Rp 2,42 miliar kepada 9 pelaku UMKM ini merupakan implementasi dari bussines matching program TPAKD,” kata Bambang usai penyaluran KUR oleh LJK Jatim di sela K-UKM Expo 2021 di  Surabaya, Rabu (15/9/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan K-UKM Expo 2021 ke 8 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (15/9/2021). Foto: Amrozi Amenan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan K-UKM Expo 2021 ke 8 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (15/9/2021). Foto: Amrozi Amenan

Selain itu, OJK bersama TKAD juga menyusun program kredit berbunga rendah untuk melawan praktik rentenir, memberikan literasi keuangan bagi pelaku UMKM terutama tentang produk pembiayaan dan mekanisme pembiayaan di lembaga jasa keuangan, meningkatkan akses keuangan bagi pelaku UMKM melalui pembiayaan dari perbankan, non perbankan dan pasar modal, memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha serta pemasaran produk UMKM melalui kerja sama dengan marketplace (e-commerce) dan memberikan pelayanan pengecekan historis kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Kemudian, dalam penanganan pandemi Covid-19, OJK juga turut berpartisipasi pada upaya percepatan vaksinasi dengan menggandeng mitra strategis untuk menyelenggarakan vaksinasi kepada berbagai lapisan masyarakat.

“Percepatan vaksinasi ini bertujuan agar masyarakat dapat segera beraktifitas secara normal sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat,” tandas Bambang.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, untuk membangkitkan ekonomi harus tetap diikuti melandainya dan terkendalinya Covid-19 dengan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes).

Menurut dia, Provinsi Jatim sudah masuk kategori level 2 sesuai asesmen data atau informasi Kementerian Kesehatan per 12 September 2021. Pada asesmen tersebut di Jatim sudah ada 6 daerah yang masuk level 1 dan 19 daerah masuk level 2 serta 13 daerah masuk level 3.

"Artinya pembelajaran tatap muka sudah dimulai terbatas bertahap, kemudian Mall sudah mulai dibuka, untuk  restoran tadinya boleh makan 20 menit lalu 30 menit dan saat ini sudah boleh makan 1 jam," ujarnya.

Selanjutnya, untuk tempat wisata dari 257 titik sudah 154 mulai dibuka secara terbatas dan bertahap. Tetapi untuk area wisata yang terkait dengan wisata air semuanya masih ditutup. Sedangkan hotel yang memiliki kolam renang juga kolam renangnya belum boleh beroperasi.

Kondisi perekonomian Jatim yang mulai menunjukkan pemulihan itu karena masyarakat dan pemerintah daerah serta pemangku kepentingannya kompak. “Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar pemulihan ekonomi terus berjalan,” tutur Khofifah.

Komitmen bersama untuk pemulihan ekonomi Jatim ditandai dengan penandatangan kerja sama antara Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi dan UMKM Jatim dengan berbagai pihak, misalnya dengan Shopee untuk pengembangan UMKM di Jatim,

pelatihan dan pendampingan program koperasi dan UMKM melalui kampus UMKM Shopee Export, dengan UIN untuk pendidikan pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan pengembangn SDM dan lainnya.

Menurut Khofifah, bahwa proses untuk memulai membangkitkan berbagai sektor dilakukan secara terbatas dan bertahap. Seperti kegiatan Expo K-UKM yang digelar secara hybrid, ada yang expo secara langsung ada yang mengikuti secara virtual.

“Ini artinya kegiatan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Melakukan kegiatan dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat untuk menggerakan ekonomi," tandas Khofifah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN