Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif IndiGo Network Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisaksi, Dr Radiam Syam SH MM

Direktur Eksekutif IndiGo Network Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisaksi, Dr Radiam Syam SH MM

BPP Hipmi Tegaskan Stabilitas Politik Jadi Prioritas

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:11 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Terkait perpanjangan masa Presiden dan penundaan pemilu yang menjadi polemik, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menegaskan bahwa stabilitas menjadi prioritas pemerintah dan semua kalangan untuk bisa menjalani masa pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19.

Stabilitas ekonomi harus dikelola dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Guna merespon dan memitigasi dampak pandemi Covid-19 tersebut, Pemerintah membuat terobosan kebijakan  melalui program stimulus Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN). Program PEN diluncurkan sejak Juni 2020, dengan total besaran anggaran mencapai Rp 695,2 triliun.

Nah, untuk membahas lebih terbuka masalah tersebut, BPP Hipmi Bidang 2 yaitu bidang Keuangan dan Perbankan mengadakan diskusi dengan tema "Menjaga Stabilitas Dalam Masa Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid -19”, Kamis (20/1/2022).

Diskusi BPP Hipmi bertema Menjaga Stabilitas Dalam Masa Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid -19, Kamis (20/1/2022).
Diskusi BPP Hipmi bertema Menjaga Stabilitas Dalam Masa Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid -19, Kamis (20/1/2022).

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi, Dr Anggawira MM membuka diskusi dengan menyampaikan target yang ingin dibahas oleh diskusi ini yaitu Stabilitas politik dibutuhkan dalam proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Mulai tahun 2024 akan dihadapkan pemilu dan menjadi tantangan terutama Covid -19.

"Karena nantinya tahun 2024 kita belum bisa memprediksi mengenai pandemi Covid-19 yang melanda dunia lebih lagi terus muncul varian baru dan menjadi tantangan ke depannya, semoga ada opsi-opsi lain yang menjadi topik diskursus lainnya. Termasuk surver dari Pak Burhanudin mengenai penundaan pemilu, menjadi salah satu diskursus publik yang perlu kita pikirkan juga jika ada keadaan yang tidak mungkin dilaksanakannya pemilu," ujar Anggawira yang juga Komite Investasi Kementrian Investasi dalam rilis yang diterima Minggu (23/1/2022).

Direktur Eksekutif IndiGo Network Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisaksi, Dr Radiam Syam SH MM menjelaskan bahwa upaya hukum ada, namun kepastian hukum juga penting dan harus dikedepankan. Jangan membuat investor menjadi ragu untuk berinvestasi.

"Penegakan hukum juga penting, semoga tidak terulang lagi seperti UU Cipta Kerja, akhirnya MK mengatakan inkonstitusional bersyarat dan catat formal, hal tersebut menjadi bukti bahwa kita masih lemah membuat regulasi. Contoh negara yang menunda Pemilu ada Selandia Baru, Hongkong, dan Bolivia dengan alasan di tengah masa Pandemi Covid-19 dan juga Keamanan Publik. Dan ada beberapa Negara yang tetap melaksanakan Pemilu di masa Pandemi Covid-19 seperti Korea Selatan dan Singapura," ungkap Radiam.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemasok Energi dan Batu Bara Indonesia, Muhammad Arif juga menjelaskan Proses politik tidak hanya pemilu, termasuk juga proses pemerintah mengambil kebijakan. Kestabilan ini harus tetap dijaga saat menjelang pemilu atau normal.

"Dalam menentuan kebijakan, pelaku usaha juga harus dilibatkan untuk menentukan suatu kebijakan karena interaksinya dan efeknya lebih banyak ke pengusaha. Mengenai kedaulatan energi sudah menjadi front dalam kedaulatan nasional, kami dari Aspebindo akan dikursus atau membuat forum yang melibatkan pengusaha untuk mendapatkan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak," ujar Arif.

Terakhir Arif juga menyampaikan harapannya semoga Indonesia economic outlook menjadi guadline/panduan untuk menyongsong optimisme di Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN