Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

30 Nasabah HSBC Malaysia Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 30 Mei 2011 | 16:44 WIB
Antara

JAKARTA - HSBC Malaysia membawa 30 perusahaan asal negeri jiran untuk menjajaki investasi di Indonesia pada sektor perkebunan, manufaktur, infrastruktur, pertambangan dan properti.

"Investor asal Malaysia berkomitmen meningkatkan nilai investasi di Indonesia," kata Director Commercial Banking HSBC Malaysia Alvin Tay di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin.

Menurut dia, delegasi tersebut tergabung dalam Association of Chinese Chambers of Commerce & Industry of Malaysia (ACCCIM) dan akan difasilitasi BKPM untuk mencari peluang investasi di Indonesia.

"HSBC menjadi penghubung ACCCIM untuk mencari informasi terkait potensi investasi di Indonesia," ujarnya.

Ia menuturkan, ke-30 pengusaha berada di Indonesia dalam rangka "Business Mission to Jakarta" selama 28-31 Mei 2011.

Wakil Presiden ACCCIM Dato Tan Seng Leong menuturkan, bidang usaha para investor antara kain bergerak pada bidang perdagangan dan distribusi, produsen baja, mesin, perbankan.

Selain itu, produsen ban, komputer, properti, pipanisasi, percetakan, serta jasa telekomunikasi dan informasi.

"Selain mengikuti kegiatan seminar dan roadshow para delegasi juga sudah menemui Kementerian Perumahan Rakyat untuk mendalami skema investasi properti di sini," ujarnya.

Tan Seng Leong menuturkan, kunjungan para delegasi pengusaha Malaysia ini akan membahas berbagai isu mengenai kondisi pasar di Indonesia, seperti isu perizinan, infrastruktur, ekonomi makro, politik dan isu ketenagakerjaan.

Nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara BKPM dengan HSBC sudah dilakukan sejak tahun 2009 untuk Promosi Investasi Langsung dan Mendukung Kerjasama Bisnis antara Indonesia dengan Pengusaha Asing.

Meski demikian, Tan Seng Leong tidak merinci lebih lanjut target rencana investasi ACCCIM di Indonesia.

Ia hanya menjelaskan bahwa HSBC melalui jaringan internasionalnya dan akses yang dimiliki nasabah berkomitmen mendukung investasi asing untuk masuk ke Indonesia.

Menurut catatan, neraca perdagangan antara Malaysia dan Indonesia pada 2010 mencapai sekitar US$ 12,1 miliar. (tk/ant)


Editor :

BAGIKAN