Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kemenaker Optimalkan Program Desmigratif

Kamis, 3 Januari 2019 | 08:22 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Kemenaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) pada tahun ini. Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk mendukung langkah itu adalah mengoptimalkan Program Desa Migran Produktif (Desmigratif).

“Program Desmigratif kami baru berjalan di 262 desa selama dua tahun terakhir. Kami akan tambah lebih luas lagi. Karena desa yang menjadi kantong pekerja migran Indonesia (PMI) ditargetkan 4.000-an,” ucap Hanif di Jakarta, belum lama ini.

Namun, kata dia, dalam menjalankan program ini, pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan anggaran dan konsolidasi dengan instansi terkait yang belum tuntas. “Kadang antara satu daerah dengan daerah lain problemnya berbeda. Ada yang membutuhkan waktu khusus, penyelesian ini terus dilakukan,” ucap Hanif.

Desmigratif merupakan program yang digagas Kemenaker untuk melakukan koordinasi, pendekatan, dan penanganan secara langsung ke desa-desa kantong PMI. Program ini bertujuan untuk melindungi PMI dan keluarganya yang akan maupun telah bekerja dari luar negeri.

Ini dilakukan melalui empat pilar utama yaitu pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, community parenting, dan pembentukan koperasi Desmigratif. Kemenaker juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) dalam memberdayakan desa yang menjadi kantong PMI melalui Program Desmigratif. Program ini dijalankan sejak tahun 2016 dengan melibatkan dua desa sebagai percontohan.

Pada 2017, desa pesesrta Program Desmigratif berjumlah 122 desa dan pada 2018 lokasi program Desmigratif ditambah 130 desa yang tersebar di 65 kabupaten/kota. Sehingga, lokasi Desmigratif saat ini mencapai 252 desa.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid mengatakan, Kemendes PDTT memberi dukungan lewat balai latihan masyarakat (BLM) milik Kemendes PDTT. BLM menjadi pusat pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi PMI yang kembali ke Indonesia.

Kemendes PDTT menjadi salah satu kementerian/lembaga (K/L) yang turut berperan dalam mendukung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

 "Kami juga mengembangkan usaha pertanian di wilayah-wilayah kantong PMI melalui program pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (prukades) dan badan usaha milik desa (BUMDes). Dengan skema prukades atau BUMDes para tenaga kerja yang sudah purna kembali ke desa bisa melakukan usaha-usaha produktif di desa sehingga ada kesinambungan untuk tetap meningkatkan kesejahteraan mereka," ucap Taufik. (ark)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN