Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hanif Dhakiri. Foto: IST

Hanif Dhakiri. Foto: IST

Menaker: Investasi Domestik Tetap Bisa Meningkat di Era Industri 4.0

Minggu, 17 Maret 2019 | 17:44 WIB
ARK

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri optimistis, investasi di Tanah Air akan tetap meningkat dan mengungtung semua pihak meskipun kini menghadapi era disrupsi industri 4.0. Pemerintahkan pun terus melakukan sejumlah upaya di bidang ketenagakerjaan guna mengantisipasi era baru tersebut.

"Investasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak di masa mendatang," ucap Hanif dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (14/3).

Pemerintah kata dia, terus memberikan perhatian secara serius terhadap iklim investasi yang kondusif, termasuk menjaga iklim ketenagakerjaan yang stabil dan semakin kondusif bagi investor.

Pada saat yang sama, Kementerian Ketenagakerjaan juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan vokasi melalui strategi triple skilling, yakni skilling, upskilling, dan reskilling.

Bagi tenaga kerja yang belum mempunyai keterampilan dapat mengikuti program skilling agar memiliki keahlian di bidang tertentu.

Ia menjelaskan, program upskilling disiapkan bagi tenaga kerja yang telah memiliki skill dan membutuhkan peningkatan. Sedangkan yang ingin beralih skill dapat masuk ke program reskilling.

“Adanya kepastian pengupahan, jaminan sosial, hubungan industrial yang baik serta perubahan paradigm Mayday yang makin kondusif, akan mampu menarik investasi masuk ke Indonesia,” ucap dia.

Hanif mengatakan, untuk sektor tenaga kerja, pihaknya yakin dapat memenuhi pencanangan target 10 juta lapangan kerja pada 2019. Pasalnya, selama periode 2015 - Agustus 2018, pemerintah telah berhasil menempatkan 9.483.672 orang ke dunia kerja. “Saya optimistis target 10 juta lapangan kerja pada 2019 dapat tercapai,” tutur Hanif.

Hanif mengungkapkan, capaian strategis lainnya, yakni bidang hubungan industrial di antaranya terdari pada kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja yang meningkat. Hingga Agustus 2018, peserta jaminan social tenaga kerja mencapai 28.127.702 orang. “Angka perselisihan industrial menurun dari 2.683 kasus pada 2014, menjadi 1.316 kasus sepanjang Januari-Agustus 2018," ujar dia.

Sebelumnya, terkait antisipasi terhadap era industri 4.0, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan yaitu mempersiapkan strategi informasi industri. Sebab dengan adanya revolusi ini akan menghilangkan sejumlah lapangan kerja namun juga akan menghadirikan lapangan kerja baru.

Menurut Satrio, pemerintah akan menyusun pemetaan baru untuk menjawab kebutuhan pekerjaan di industry baru ini yang memerlukan kompetensi baru pula. “Pemerintah di seluruh sektor harus bersinergi dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan baru, agar nantinya bisa menyesuaikan dengan industri baru ini. Tanpa itu, kita akan ketinggalan,” tandas Satrio.

Perkembangan teknologi menjadi implifikasi logis dimana revolusi industri 4.0 akan menghadirikan perubahan dalam industri kerja serta kompetensi tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapi yaitu penyesuaian diri terhadap jenis pekerjaan baru.

“Di sinilah tugas pemerintah, menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai teknologi yang ada,” tutur Satrio.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN