Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina Setor Dividen Rp 7,12 Triliun

Rabu, 15 Juni 2011 | 15:47 WIB
Antara

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham PT Pertamina (Persero) menyepakati pembayaran dividen kepada Pemerintah sebesar Rp 7,12 triliun. Pada 2010, Pertamina  membukukan laba sebesar Rp 16,77 triliun.

Laba tahun 2010 itu hanya meningkat 3% dibanding 2009, mengingat pada 2010 terdapat kerugian pada penjualan BBM PSO (Public Service Obligation/BBM bersubsidi) akibat rendahnya patokan alpha yang diberikan pada Pertamina sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp 2,5 triliun dan kerugian dari bisnis LPG non PSO (12 kg dan 50 kg) sebesar Rp 3,24 triliun. Oleh karena itu, apabila tanpa kerugian, keuntungan Pertamina bisa mencapai Rp 22,51 triliun.

Laporan penilaian tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan Pertamina berhasil mencapai tingkat kesehatan perusahaan sehat pada kategori AA dengan skor 90,85, meningkat dari skor di tahun 2009 yaitu A dengan skor 79,21. Sementara itu, pencapaian skor GCG Korporat 86.79% di tahun 2010 yang termasuk dalam kategori baik meningkat dibandingkan tahun 2009 sebesar 83,56%.

Di samping Laporan Keuangan Perseroan, RUPS PT Pertamina (Persero) juga menyetujui dan mengesahkan RJPP Pertamina, di antaranya target laba Rp 54 triliun pada tahun 2015 dan perubahan visi perusahaan yang semula menjadi Perusahaan Migas Nasional Kelas Dunia menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

Dengan perubahan visi ini, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk lebih mengembangkan energi alternatif, energi baru dan terbaharukan sebagai usaha menjaga pemenuhan energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pencapaian kinerja operasional Pertamina tahun 2010 di bidang hulu, Pertamina berhasil melakukan peningkatan produksi minyak sebesar 9%, gas 6%, dan geothermal 1% dibanding 2009. Pada tahun 2010 Pertamina berhasil mencapai produksi minyak sebesar 70 juta barrel dan produksi gas 532,8 BSCF atau total minyak dan gas sebesar 443,79 MBOEPD.

Pada 2009, produksi Pertamina mencapai 412,94 MBOEPD yang terdiri atas produksi minyak sebesar 64,40 juta barrel dan gas sebesar 502,05 BSCF. Produksi geothermal pada 2010 mencapai 15,96 juta ton, sementara pada tahun 2009 15,77 juta ton.

Pertamina juga berhasil menemukan cadangan baru (contingen) sebesar 346,64 MMBOE.

Pada tahun 2010 akuisisi yang dilakukan Pertamina mencakup mengakuisisi Block Offshore South East Sumatera (OSES) sebesar 13,07%, menambah Participating Interest di Block Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 7,25%, dan kesertaan Pertamina di Block Semai II (Papua Barat) sebesar 15% melalui mekanisme Pertamina Participating Interest (PPI).

Pertamina juga menambah 2 (dua) konsesi block Coal Bed Methane (CBM) yaitu Block Muara Enim I (Sumatera Selatan) dan Block Tanjung I Area 2 (Kalimantan Selatan).

Dalam RUPS tahunan tersebut, Pertamina juga melaporkan penyelesaian proyek konversi RCC Off Gas menjadi Propylene di RU VI Balongan, ditandai dengan mechanical completion pada tanggal 27 Juli 2010. Meningkatkan safety awareness dilakukan melalui Safety Improvement Implementation Program (SIIP) di kilang dan assessment oleh Dupont dengan peningkatan score dari 1,5 (2006) menjadi 2,0 (2010). (tk/*)

Editor :

BAGIKAN