Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sierad Pacu Bisnis Makanan Olahan

Kamis, 23 Juli 2015 | 15:53 WIB
ah

JAKARTA – PT Sierad Produce Tbk (SIPD) perkuat bisnis penjualan makanan olahan berbahan baku daging ayam. Strategi tersebut bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan di tengah perlambatan permintaan pakan ternak.


Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan FX Awi Tantra mengatakan, perseroan akan gencar menambah jumlah distributor penjualan makanan olahan. Penambahan tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkaan kontribusi penjualan makanan olahan menjadi 20% terhadap total penjualan tahun ini.


“Penjualan makanan olahan menawarkan margin lebih baik, dibandingkan pakan ternak, Meski gencar menambah distributor, kami akan selektif untuk memilih distributor,” kata dia di Jakarta kepada Investor Daily, beberapa waktu lalu.


Tahun lalu, dia mengatakan, penjualan makanan olahan hanya menyumbangkan sekitar Rp 450 miliar atau setara dengan 18% terhadap total penjualan seilai Rp 2,5 triliun.


Selain memperkuat bisnis makananan olahan, Awi melanjutkan, perseroan melanjutkan program efisiensi. “Kami perbaiki maupun rawat peralatan dan sumber daya manusia. Dengan demikian, perseroan bisa segera ekspansi setelah kondisi ekonomi membaik,” jelas dia.


Selama ini, lini penjualan pakan ternak menjadi penyumbang berkisar 60 –70% terhadap utama pendapatan perseroan. Sedangkan tahun ini diperkirakan turun menjadi 30 – 40%. “Keadaan seperti sekarang tidak bisa paksakan produksi perseroan bakal terserap pasar. Kami memilih untuk mengurangi suplai untuk menghindari gagal bayar,” papar Awi.


Terkait penjualan anak ayam umur sehari (day old chicken/DOC), dia menjelaskan, belum membaik. Kelebihan pasokan (oversupply) masih berlangsung. “Masih sama kondisinya sampai sekarang. Kami terpaksa jual harga berapa pun, karena kalau sudah menetas, DOC harus segera dijual,” pungkas dia.


Kendati demikian, Awi menjelaskan, Sierad optimistis mencapai target pendapatan sebesar Rp 3 triliun tahun ini atau naik 20% dibandingkan tahun lalu Rp 2,5 triliun. “Kami daya beli mulai meningkat semester II tahun ini atau titik terburuk bisnis penjualan pakan ternak sudah terlewati,” jelas dia.


Perseroan juga akan ekspansi commercial farm dengan model kandang tertutup guna menjaga kualitas ayam potong. Menurut dia, lokasi baru sedang dijajaki di Jawa Barat. Tahun lalu, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 2,5 triliun atau turun 35,06% dibandingkan perolehan 2014 sebesar Rp 3,85 triliun.


Sedangkan, laba tahun berjalan susut 81,53% menjadi Rp 1,78 miliar dari sebelumnya Rp 9,64 miliar. Adapun, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perseroan tercatat sebesar 0,06% dan 0,14%. Sedangkan, debt to equity ratio (DER) tercatat sebesar 1,17 kali. (riy)


Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN