Menu
Sign in
@ Contact
Search

Cermati Saham Defensif

Senin, 10 April 2017 | 13:07 WIB
Oleh Hari Gunarto (redaksi@investor.id)

JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi kembali menunjukkan tren naik pada perdagangan pekan ini. Namun demikian, pasar dibayangi aksi ambil untung (profit taking) sehingga IHSG juga rawan terkoreksi. Dalam situasi pasar yang cukup volatile, saham-saham defensif layak direkomendasikan, seperti sektor konsumsi.


Para pelaku pasar mencermati pidato Chairman Bank Sentral AS Janet Yellen pekan ini, serangan Amerika Serikat ke Suriah yang mendongkrak harga minyak mentah, data penjualan otomotif domestik pekan ini, dan data-data ekonomi lain.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini diperkirakan berada pada kisaran 5.600 hingga 5.650. Indeks diperkirakan masih berpotensi terjadi koreksi ringan sebelum kembali menuju tren naik.


Analis Kresna Securities William Mamudi mengatakan, pada masa pergantian kuartal I ke kuartal II tahun ini, pergerakan pasar diprediksi bakal cukup volatil. "Saya ekspektasi indeks akan dibayangi profit taking," ujarnya pekan lalu kepada Investor Daily.


William Mamudi memprediksi, sepanjang April indeks masih berpeluang mencapai 5.700 hingga 5.750. Sentimen global yang dicermati investor adalah situasi geopolitik terkait serangan Amerika Serikat terhadap Suriah dan harga minyak mentah yang sempat naik.


Saham sektor konsumsi seperti INDF dan ICBP akan cukup menarik bagi investor pada pekan ini. "Saat mulai terlihat ketidakpastian, investor akan beralih pada sektor konsumsi ini. Dua saham ini termasuk defensif, sehingga kemungkinan akan lebih positif pekan ini," ujarnya.


Sedangkan sektor konstruksi sudah mendekati level support sehingga akan menarik dalam waktu singkat. Saham sektor komoditas akan terpengaruh angin topan yang terjadi di Australia sehingga mengganggu pasokan batubara secara global.


Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat sebesar 1,53%. Kenaikan itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yakni hanya 0,02%. Pekan lalu IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi baru di level 5.680,23 pada penutupan perdagangan Kamis (6/4), sebelum akhirnya melemah lagi dan ditutup di 5.653,48 pada penutupan Jumat (7/4). Pelaku pasar asing membukukan beli bersih (net buy) di pasar reguler senilai Rp 2,62 triliun. (c01)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/tiga-pekan-terakhir-indeks-tembus-rekor-baru/158762

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com