Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

Grup ABM Dapat Kontrak Besar Pertambangan Batu Bara

Selasa, 2 Juli 2019 | 09:15 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) mendapatkan kontrak baru senilai US$ 337 juta atau Rp 4,75 triliun. Kontrak ini diperoleh melalui kesepakatan dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), perusahaan pertambangan batu bara yang berlokasi di Kutai Kertanegara dan Samarinda.

Direktur Utama Cipta Kridatama Feriwan Sinatra mengatakan, kerja sama dengan MHU bisa meningkatkan kinerja perusahaan. "Kepercayaan dari MHU menunjukkan positioning Cipta Kridatama sebagai mitra kontraktor jasa pertambangan yang memiliki komitmen kuat dalam membantu pelaku bisnis pertambangan, untuk menghasilkan angka produksi positif dengan dukungan tata kelola penambangan yang tepat,"ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (1/7).

Dalam kerja sama tersebut, Cipta Kridatama akan membantu usaha pertambangan MHU dalam bentuk penyewaan alat berat serta pemindahan material penutup (overburden removal). Adapun target yang ditargetkan mencapai 36 juta bcm (Bank Cubic Metre) tiap tahun dengan jangka waktu kerja selama 5 tahun.  "Total target volume pengupasan lapisan tanah penutup di kawasan penambangan tersebut diharapkan tercapai 180 juta bcm," kata dia.

Sebelumnya, pada akhir Februari 2019, Cipta Kridatama juga mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan tambang PT Muara Alam Sejahtera (MAS). “Langkah ini akan terus kami kembangkan melalui berbagai inovasi dan inisiatif positif dalam melakukan kerja sama pertambangan di berbagai lokasi pertambangan,"kata dia.

Cipta Kridatama merupakan anak usaha dari ABM Investama. Adapun ABM Investama merupakan perusahaan di bidang sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur yang masih merupakan bagian dari kelompok usaha PT Tiara Marga Trakindo (TMT). 

Sementara itu, sepanjang 2018, ABM Investama membukukan laba bersih US$65,49 juta atau bertumbuh 1.075,76% dari perolehan pada 2017 yang mencapai US$5,57 juta. Perolehan laba bersih ini bersumber dari pendapatan yang mencapai US$773,05 juta, meningkat 11,92% dibandingkan 2017 yang mencapai US$690,73 juta. Selain itu, dipengaruhi oleh beban pokok pendapatan yang mencapai US$598,84 juta pada 2018, meningkat 11,03% dari periode setahun lalu yang mencapai US$539,33 juta.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga pernah mengatakan, dalam rencana pertumbuhan anorganik, perseroan tengah mengincar tambang batu bara dengan kalori kisaran 4.200 kilocalories (Kcal) per kilogram (Kg). Sebab perseroan memiliki pengalaman memproduksi dan menjual batubara dengan tipe kalori tersebut. Bahkan, menurut dia, animo pembeli batubara cukup tinggi terhadap batubara dengan rentang kalori 4.200 Kcal per Kg.

Jika aksi akuisisi tambang terlaksana, dia mengakui, PT Reswara Minergi Hartama akan mendapatkan tambahan cadangan batu bara. Sedangkan, saat ini anak usaha usaha ABM Investama itu baru memiliki total cadangan batubara kisaran 300 juta metrik ton dari tambang batubara di Kalimantan Selatan, dan Aceh.

“Selama ini kami fokus di batubara termal. Cuma saya akui, dari rencana akuisisi tambang baru, terdapat rencana mengambil alih tambang batubara kokas (coking coal),” ungkap Adrian.

Lebih lanjut ia menyampaikan, perseroan fokus mengincar tambang batubara baru di wilayah Kalimantan Selatan, Timur, dan Tengah. ABM Investama hanya menginginkan tambang batubara dengan kapasitas produksi medium, dan merupakan tambang lama (brownfield).

“Jadi pasca akuisisi rampung, tambang itu dapat langsung menyumbang earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA),” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN