Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau jalannya perdagangan saham di sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor Pasar Modal Masih Sedikit, Begini Saran dari Kresna Sekuritas

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:12 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Pasar modal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Namun faktanya, semisal jumlah investor, masih terbilang sedikit. “Ini menjadi tugas kita bersama. Investor saham hanya 1 juta dan 1 juta lainnya adalah investor reksa dana dan obligasi. Ini masih terlalu jauh dari potensi yang sebenarnya,” kata Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (12/8).

Octavianus menegaskan, pengembangan pasar modal membutuhkan tingkat literasi dan inklusi investasi sejak dini agar masyarakat lebih melek tentang pentingnya investasi. Selain itu, pasar modal harus ditunjang oleh layanan yang memadai. Salah satunya melalui marketplace. Dengan jalur distribusi produk investasi secara online itu diharapkan dapat menjangkau lebih luas kalangan masyarakat.

“Tinggal bagaimana regulator memperkuat dan mengatur fungsi intermediary di perusahaan efek dari sisi keamanan. Yang pasti, ini pekerjaan rumah semua stakeholder, sehingga pasar modal Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan memperkuat basis investor ritel. Minimal jumlah investor saham dan reksa dana dua kali lipat dari saat ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, hingga 8 Agustus 2019, jumlah investor dengan single investor identification (SID) saham sebesar 995.256, SID reksa dana 1,39 juta, dan 272.219 merupakan SID Surat Berharga Negara (SBN).

“Dalam tiga tahun ke depan, kami menargetkan total SID mencapai 5 juta, 40% dari jumlah tersebut akan menjadi porsi investor saham,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya akan memperdalam pasar, penambahan produk-produk baru investasi, emiten, dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung penambahan jumlah investor. “Paling tidak acuan kita adalah pasar modal di negara yang sudah maju, yang mencapai 4-5% populasi,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN