Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mall Alam Sutera

Mall Alam Sutera

Alam Sutera Percepat Refinancing Obligasi Global US$ 175 Juta

Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:42 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akan mempercepat pembiayaan kembali (refinancing) obligasi global senilai US$ 175 juta pada April 2020 dari jatuh tempo semula pada April 2021. Perseroan berencana menerbitkan obligasi global (global bond) minimal dengan nilai yang sama. Adapun tenornya selama lima tahun.

Direktur Utama Alam Sutera Realty Joseph Sanusi Tjong menyatakan bahwa pihaknya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan refinancing surat utang tersebut. “Jika melihat pengalaman yang lalu, kalau rate-nya lagi bagus kita akan terbitkan yang lima tahun, jatuh temponya pada 2024,” kata dia di Jakarta, Selasa (20/8).

Joseph mengharapkan The Fed kembali memangkas suku bunganya, sehingga dapat membuat imbal hasil (yield) surat uatng turun. “Harapan kami kondisi ini bisa stabil, nilai tukar rupiah juga, karena sangat mempengaruhi refinancing,” tutur dia.

Sebelumnya, Alam Sutera melalui anak usahanya, Alam Synergy Pte Ltd, menerbitkan obligasi global senilai US$ 175 juta atau setara Rp 2,5 triliun. Surat utang tersebut dipasarkan di luar pasar Amerika Serikat, seperti Asia dan Eropa.

Surat utang tersebut juga dijamin dengan saham yang dimiliki perseroan pada penerbit atau gadai saham penerbit, yakni Carlisle Venture Pte Ltd. Carlisle juga memberikan pinjaman antar perusahaan pada Alam Synergy senilai US$ 143,65 juta dan Delta Mega Persada senilai US$ 31,35 juta.

Joseph menuturkan bahwa global bond yang jatuh tempo pada April 2021 itu diterbitkan pada waktu yang tidak ideal. “Saat itu, refinancing sedang tidak ada di pasar, kita hanya mampu menerbitkan obligasi dengan durasi dua tahun tiga tahun, itu sangat tidak bagus. Umumnya, obligasi dolar jatuh temponya lima tahun,” jelas dia.

Sementara itu, hingga semester I-2019, Alam Sutera membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 151,3 miliar, turun 70,75% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 517,3 miliar. Pendapatan mencapai Rp 1,28 triliun atau turun 42% dari Rp 2,19 triliun.

Mengenai pengembangan usaha, perseroan berencana mengembangkan multifunction room Mal Alam Sutera pada semester dua dan akan meluncurkan township Suvarna Sutera.

Saat ini, Alam Sutera fokus untuk memperkuat likuiditas, namun perseroan tetap melihat potensi-potensi yang ada untuk melakukan ekspansi di luar Jabodetabek. “Surabaya dan Batam punya potensi, tapi saat ini kami lebih memilih berhati-hati. Kami tidak ingin itu tak diimbangi dengan penjualan,” ujar Joseph.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN