Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perumahan

Ilustrasi perumahan

Sanurhasta Mitra Beli Saham Rhadia Nitya

Kamis, 29 Agustus 2019 | 14:39 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor. Id – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) melalui, PT Minna Padi Resort,  telah membeli 1.885 saham atau setara dengan 19,9% saham PT Rhadia Nitya.

Menurut keterbukaan informasi pada hari Kamis (29/8), nilai transaksinya sebanyak 1.885 saham sebesar Rp 1,7 miliar atau mewakili 19,9% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Rhadia Nitya.

Manajemen perseroan menyebutkan bahwa aksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi,  perseroan sedang menyiapkan pembangunan 1.000 unit rumah bersubsidi di Boyolali, Jawa Tengah. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (ccapital expenditure/capex) sebesar Rp 15 miliar.

Proyek tersebut akan dibangun di lahan seluas 11 hektare (ha) dan digarap oleh anak usaha perseroan, yakni PT Sanurhasta Griya. Adapun peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dimulai pada kuartal IV-2019.

Direktur Sanurhasta Mitra Gunawan Angkawibawa mengatakan, proyek pembangunan tersebut sudah sampai tahap perizinan. “Tanahnya sudah ada, makanya kita berani bicara mengenai proyek ini,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, sumber pendaan belanja modal (capex) berasal dari modal sendiri. Sedangkan untuk modal kerja, perseroan akan mendapatkan dari pinjaman bank.

Adapun, alasan perseroan memilih pembangunan di Boyolali karena harga tanah yang masih terjangkau dan potensi pasar perumahan kelas menengah ke bawah masih cukup besar. “Masih minim kompetitor dan industri padat karya banyak yang pindah ke Jawa Tengah, salah satunya Boyolali,” ujarnya.

Perseroan juga berencana untuk berinvestasi dalam sektor energi. Rencana ini akan direalisasikan melalui anak usaha perseroan, yaitu Sanur Hasta Energy Ltd. 

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan naik 10% dibandingkan 2018. Sedangkan pendapatan neto perseroan pada semester I-2019 sebesar Rp 5,6 miliar, naik 21,7% dari pendapatan periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp 4,6 miliar.

Kemudian, laba bruto perseroan mencatatkan kenaikan pada  menjadi Rp 3,8 miliar, dari yang sebelumnya pada semester I-2018 hanya memperoleh Rp 3,1 miliar. Naiknya laba bruto disebabkan oleh beban penjualan dan pemasaran, beban umum dan administrasi, serta penghasilan usaha lainnya.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 249 juta pada semester I-2019, dari yang sebelumnya pada semester I-2018 merugi Rp 1,7 miliar. secara total aset, perseroan membukukan Rp 168 miliar pada periode 30 Juni 2019, meningkat dari periode 31 Desember 2018 yang memperoleh Rp 125 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN