Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran manajemen dan direksi PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) usai RUPSLB di Jakarta, Senin (16/9). Foto: Farid Firdaus.

Jajaran manajemen dan direksi PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) usai RUPSLB di Jakarta, Senin (16/9). Foto: Farid Firdaus.

Convivial Navigation akan Miliki Saham Pelita Shipping

Senin, 16 September 2019 | 21:51 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan pelayaran asal Singapura, Convivial Navigation Co Pte Ltd, berpotensi menguasai hingga 8% saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI). Hal ini sebagai konsekuensi atas pembelian armada dengan saham baru perseroan.

Direktur Pelita Samudera Shipping Harry Chan mengatakan, perseroan telah mengantongi restu pemegang saham untuk menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Perseroan segera menerbitkan maksimal 402,68 juta saham atau setara 8% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

“Setelah mendapatkan izin, kami akan segera eksekusi. Jadi, perseroan membeli kapal mother vessel (MV) kelas handysize senilai US$ 7,52 juta dari Convivial. Sebanyak 20% dibayar tunai dan sisa 80% dibayar dengan saham perseroan,” jelas dia, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin (16/9).

Sesuai rencana, saham baru akan diterbitkan dengan harga minimum Rp 211 per saham. Perseroan sedang melakukan finalisasi penetapan harga premium saham untuk penetapan harga saat ini. Penilaian dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan. KJPP RHR telah menerbitkan opini kewajaran atas aksi pembelian kapal.

Menurut Harry, saat Convivial resmi menguasai saham perseroan setelah transaksi pembelian kapal selesai, maka perseroan membuka peluang untuk kerja sama lebih lanjut di masa mendatang. Dengan penambahan armada ini, nantinya armada MV Pelita Shipping akan bertambah menjadi enam unit.

Saat ini, lanjut Harry, pihaknya juga mengantongi sejumlah prospek dari beberapa pelanggan potensial untuk kapal jenis MV dengan kapasitas 28.000 DWT. Adapun kapal ini biasanya digunakan untuk pengangkutan batubara dan bahan baku semen atau klinker.

Tak ketinggalan, perseroan juga merambah jasa pengangkutan nikel sebagai upaya diversifikasi usaha. Tahun ini, perseroan telah menandatangani kontrak lima tahun dengan salah satu perusahaan nikel terbesar di Indonesia. “Kontrak ini sekarang sudah berjalan selama tujuh bulan. Kemungkinan dalam empat bulan ke depan permintaan angkut nikel akan meningkat,” jelas dia.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan Ibarat mengatakan, selain kapal jenis MV, perseroan juga merencanakan untuk pembelian dua set baru untu kapal tunda dan tongkang pada semester II-2019.

Dengan demikian, kapasitas pengangkutan MV bakal meningkat hampir delapan kali lipat menjadi sebesar 234 ribu DWT dari 31 ribu DWT di awal 2018. Dengan penambahan armada kapal di 2019, total pertumbuhan aset diproyeksikan meningkat sekitar 32% dibanding 2018.

Sepanjang 2019, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 61,3 juta. Hingga Juni, perseroan telah menyerap capex sebanyak US$ 30,3 juta.

Iriawan menjelaskan, dengan berbagai ekspansi tersebut, perseroan akan memiliki keunggulan dalam pengembangan armada yang berkelanjutan. Sehingga, perseroan dapat melayani basis pelanggan yang lebih besar.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan melonjak 25% menjadi US$ 79,3 juta dari realisasi tahun lalu US$ 63,6 juta. Pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan diproyeksikan meningkat sekitar 11%, sedangkan target pertumbuhan laba bersih sekitar 22% selama 2019. “Kami yakin bisa mencapai target dengan perpanjangan kontrak jangka panjang pada semester II-2019 sekitar US$ 27,7 juta, yang diraih dari beberapa penambang batubara,” jelas Iriawan.

Sementara itu, pendapatan sewa berjangka perseroan per 30 Juni 2019 naik sebesar 105% menjadi US$ 3,5 juta dari US$ 1,7 juta per 30 Juni 2018. Dengan upaya diversifikasi serta ekspansi, perseroan menargetkan pendapatan sewa berjangka melonjak signifikan hingga 338% pada 2019 dibandingkan realisasi 2018.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN