Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

DI TENGAH PANDEMI CATATKAN REKOR PENAMBAHAN PENYEWAAN

2020, Tower Bersama Tumbuh Double Digit

Selasa, 14 Juli 2020 | 12:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) optimistis meraih pertumbuhan double digit untuk pendapatan, laba bersih, maupun EBITDA sepanjang tahun ini. Guna mengejar pertumbuhan tersebut, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 2 triliun untuk membangun 2.000 menara secara organik.

Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, optimisme itu sejalan dengan ketahanan sektor telekomunikasi yang kuat di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan yang masih tinggi terhadap tower telekomunikasi, lanjut dia, sudah tercermin pada kinerja perseroan kuartal I-2020, yang berhasil menambah penyewaan baru.

Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso
Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso

“Selama tiga bulan pertama tahun ini, perseroan berhasil menambah penyewaan baru sebanyak 1.402, yang terdiri atas 134 sites telekomunikasi dan 1.268 kolokasi. Pencapaian ini adalah penambahan penyewaan tertinggi sejak perusahaan didirikan. Pertumbuhan pada kuartal II-2020 masih berlanjut, karena para operator telekomunikasi juga terus menggelar jaringannya. Revenue kami harapkan tumbuh di atas 10%, begitu juga laba dan EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) tahun ini,” ujar dia saat virtual meeting bersama BeritaSatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Senin (13/7).

Helmy menerangkan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pelanggan operator selular tertinggi di dunia. Penetrasi pintar juga kian tumbuh signifikan.

Namun, di sisi lain, rasio jumlah menara telekomunikasi dengan total pelanggan operator seluler belum ideal. Hal ini dilihat perseroan sebagai potensi pertumbuhan bisnis ke depan.

Dia menjelaskan, per 31 Maret 2020, Tower Bersama memiliki 15.681 site telekomunikasi dengan 29.997 penyewaan. Site telekomunikasi perseroan terdiri dari 15.540 menara telekomunikasi dan 141 jaringan DAS.

Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 29.856, maka rasio kolokasi perseroan adalah 1,92 kali.

Kuartal II Tetap Ekspansi

Kinerja keuangan Tower Bersama
Kinerja keuangan Tower Bersama

Pada kuartal II-2020, kata Helmy, sebagian besar operator telekomunikasi masih berada di jalur rencana ekspansi atau belum melakukan revisi. Para operator ini mendapat keuntungan selama pandemi, lantaran trafik layanan data meningkat double digit.

“Blokir Netflix pun kini sudah dibuka oleh Telkom. Tren penggunaan data telah beralih kepada konsumsi video, yang mengonsumsi data lebih banyak ketimbang sosial media,” ucap dia.

Helmy mengatakan, sebagai perusahaanmenara, keuntungan perseroan adalah pendapatan yang tak pernah turun. Namun demikian, bisnis menara juga punya risiko, yakni jika sewaktu- waktu ada operator telekomunikasi yang menutup bisnisnya.

“Operator yang menutup bisnis pun, itu sebenarnya tidak serta-merta menghilangkan aset menara telekomunikasi. Apalagi, jika operator tersebut diakuisisi oleh operator yang lebih besar,” tandasnya.

Selain mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 2 triliun untuk membangun 2.000 menara secara organik, lanjut dia, Tower Bersama juga menyediakan anggaran khusus, bila punya rencana mengakuisisi menara tahun ini. Hal itu untuk meningkatkan kapasitas.

“Membangun menara adalah membangun kapasitas. Namun, bagi kami yang penting adalah tenancy ratio. Semakin banyak penyewa dalam satu menara, maka profit margin kami akan semakin baik,” kata Helmy. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN