Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

Grup ABM Raih Kontrak Rp 7,4 Triliun dari Golden Mines

Senin, 17 Februari 2020 | 22:53 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, mengantongi kontrak jasa pertambangan batubara senilai Rp 7,4 triliun dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), perusahaan milik Grup Sinar Mas.

Sekretaris Perusahaan ABM Investama Rindra Donovan mengatakan, Cipta Kridatama menandatangani kesepakatan kontrak jasa pertambangan ini dengan empat anak usaha Golden Mines pada 14 Februari 2020. Empat perusahaan tersebut adalah PT Kuansing Inti Makmur, PT Karya Cemerlang Persada, PT Bungo Bara Utama, dan PT Bara Makmur, yang selanjutnya disebut Grup KIM.

“Penandatanganan kerja sama dengan nilai kontrak sekitar Rp 7,4 triliun untuk area tambang yang terletak di desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan,  Kabupaten Bungo, Jambi. Kontrak ini berlaku untuk periode sesuai dengan umur tambang,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (17/2).

Sesuai rencana, kontrak anyar ini juga memberikan tambahan pendapatan dari jasa penambangan di lokasi Grup KIM, pemindahan material, penyewaan alat berat dan pengangkutan batubara.

Sementara itu, ABM Investama sebelumnya mendapatkan fasilitas pinjaman senilai US$ 50 juta dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) pada Desember 2019. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan.

Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara mengatakan, pemberian fasilitas kredit ini menunjukkan kepercayaan perbankan dalam mendukung perseroan. "Selain itu, penandatanganan ini sekaligus menunjukkan komitmen ABM Investama untuk meningkatkan kinerja," ujar dia.

Ke depan, ABM Investama akan terus mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah dengan menerapkan mining value chain (MVC) yang bisa meningkatkan bisnis perseroan, meskipun harga sumber energi termasuk batubara mengalami koreksi.

Salah satu pelaksanaan MVC adalah melalui penyertaan modal senilai US$ 60 juta ke PT Multi Harapan Utama (MHU). Perusahaan ini berlokasi di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur dan memiliki cadangan batu bara sebanyak 80 juta ton.

Melalui penyertaan modal tersebut, kontraktor pertambangam perseroan, yakni Cipta Kridatama mendapatkan kontrak penambangan jangka panjang dari MHU. Strategi tersebut juga membuka peluang bagi anak usaha ABM Investama yang lain, yakni PT Baruna Dirga Dharma (BDD) dan PT Prima Wiguna Parama (PWP).

Gudang Baru

ABM Investama melalui anak usahanya, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), meresmikan operasional gudang baru di kawasan hub logistik CKB di Surabaya pada Januari 2020.

Presiden Direktur CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan perluasan gudang baru di Hub Logistik Surabaya ini merupakan bagian dari strategi perusahaan  dalam mengantisipasi pertumbuhan industri di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

"Strategi kita ini seiring dengan rencana strategis pemerintah pusat yang mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur dan kawasan industri ke wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Menurut Iman, Jawa Timur dengan pertumbuhan bisnisnya sekarang merupakan wilayah yang sangat strategis bagi pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini kontribusi fasilitas gudang di Surabaya terhadap total pendapatan sebesar 30%. Keberadaan Hub Logistik Surabaya masih terbesar kedua setelah Jakarta dengan okupansi sekitar 80%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN