Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Wahana Interfood Nusantara

Produk Wahana Interfood Nusantara

Wahana Interfood Yakin Kenaikan Pendapatan Maksimal 10%

Kamis, 3 September 2020 | 11:44 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Wahana Interfood Tbk (COCO) optimistis merealisasikan target pertumbuhan pendapatan sebesar 5-10% hingga akhir tahun. Pertumbuhan didukung peningkatan permintan masyarakat terhadap produk perseroan dan pemanfaatan jaringan penjualan secara optimal, khususnya melalui penjualan daring.

Berdasarkan ringkasan hasil paparan publik perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Wahana Interfood menyatakan akan terus melakukan inovasi dan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan.

Advertisement

“Kami masih yakin merealisasikan target penrtumbuhan penjualan yang telah ditetapkan. Saya kira pertumbuhan di akhir tahun dengan target 5-10 % masih realistis dan optimis bisa dicapai,” ujar manajemen dalam keterangan resminya, seperti dikutip Investor Daily, di Jakarta, Kamis (3/9).

Selama masa pandemi Covid-19, manajemen Wahana Interfood mengungkapkan, aktivitas belanja online melalui bakingmart.id naik signifikan berkisar 15-20%. Antusiasme pelanggan SHCOKO berbelanja terlihat banyak berburu produk cokelat Couverture, Compound, dan Cocoa Powder.

Lebih lanjut, perubahan minat belanja terjadi pasca Ramadhan dan lebaran didukung adanya peningkatan kebutuhan dari pelanggan. Oleh karena itu, perseroan akan selalu menjaga ketersediaan produk dan memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi.

Kendati demikian, Manajemen perseroan mengakui, pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap perseroan, seperti diberlakukannya Penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) telah berdampak pada produktivitas dan efisiensi perseroan. “Sebab banyak mall-mal yang tutup membuat usaha tenant-tenant pelanggan COCO menjadi tidak, berjalan sehingga berimbas terhadap penurunan permintaan produk perseroan,” ujar manajemen.

Sejak Maret hingga Juni 2020, perseroan mencatat penurunan kapasitas produksi mencapai 40%. Namun kini, produksi perseroan berangsur pulih dan naik signifikan mencapai 90%.

Guna menopang penjualan ke depan, dia mengatakan, perseroan berencana untuk melakukan ekspansi dengan memperluas wilayah pemasaran ke daerah Indonesia Timur. Hal tersebut ditujukan agar perseroan dapat mendistribusikan produknya secara mandiri, melalui jalur distribusi sendiri.

Memasuki semester II tahun ini, perseroan tetap optimistis terhadap pasar ke depan. Apalagi konsumsi cokelat per kapita di Indonesia yang masih rendah, yaitu hanya mencapai 0,5 Kg per kapita per tahun. Jauh di bawah negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia yang sudah lebih dari 1 Kg. “Potensi ini lah yg menurut perseroan sebagai pintu masuk untuk menggalakkan produk-produk unggulan perseroan,” ujarnya.

Hingga semester I-2020, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 47,56 miliar atau terkoreksi 47,30% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 90,35 miliar. Laba periode berjalan juga turun sebesar 39% menjadi Rp 2,22 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,64 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN