Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampilkan layar balik pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan layar balik pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Manulife AM Proyeksikan Pasar Modal Tumbuh Pesat Tahun Depan

Senin, 16 November 2020 | 16:58 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (Manulife AM) memproyeksikan pasar saham Indonesia akan bergerak positif tahun depan. Meski demikian, pemodal masih perlu mencermati setidanya dua risiko pasar.

Portfolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Andrian Tanuwijaya mengatakan, risiko yang perlu dicermati investor tahun 2021 adalah penundaan ketersediaan vaksin Covid-19. “Perkembangan vaksin merupakan faktor utama pemicu optimisme pasar, karena vaksin diyakini menjadi solusi terhadap penyebaran pandemi serta mengembalikan aktivitas kehidupan dan ekonomi menjadi lebih normal,” ujar dia dalam keterangan resmi pada Senin, (16/11).

Risiko kedua yang perlu dicermati adalah reformasi yang tidak dijalankan dengan baik. Menurut Andrian, apabila peraturan pendukung UU Omnibus Law tidak ke luar tepat waktu dan tepat sasaran, hal ini bisa menganggu pemulihan ekonomi. Pasalnya, dibutuhkan peraturan pendukung yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Di samping itu penolakan publik yang berlarut-larut juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi,” kata dia.

Kendati terdapat risiko tersebut, Manulife tetap memberikan pandangan positif terhadap kinerja pasar saham Indonesia tahun depan. Hal ini ditopang faktor eksternal maupun internal. Di antarnya, tren pemulihan keuntungan perusahaan sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Kemudian kurva Covid-19 yang cenderung melandai baik dari tingkat infeksi dan tingkat kematian, perkembangan positif distribusi vaksin diharapkan dapat memberikan sentimen yang positif terhadap ekonomi riil dan pasar finansial.

Selanjutnya, pengesahan UU Omnibus Law berpotensi menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Valuasi pasar saham Indonesia kini cukup menarik, baik dibandingkan secara historis maupun relatif terhadap kelas aset lainnya yang berpotensi mendorong penguatan pasar saham lebih tinggi lagi,” ucap dia.

Sementara dari sisi eksternal, kinerja pasar modal Indonesia ditopang kebijakan presiden baru AS. Meskipun hasil pemilu itu diperkirakan tidak menghilangkan ketegangan geopolitik sepenuhnya terkait dengan konflik dagang. Namun menurut Andrianto, pendekatan yang dilakukan akan lebih tidak konfrontatif dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya sehingga gejolak pasar terutama di negara berkembang akan berkurang.

Sedangkan tahun ini, menurut Andrianto, fundamental pasar saham Indonesia semakin menarik ditopang oleh pemulihan earnings (pendapatan) emiten, stabilitas makro ekonomi dan valuasi yang juga relatif murah jika dibandingkan dengan negara kawasan.

Cenderung Membaik

Terkait kinerja emiten pada kuartal ketiga ini, Andrianto menilai sudah mulai membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pada kuartal III-2020 ini, laba emiten bertumbuh 35% dibandingkan kuartal sebelumnya dan penurunan secara tahunan telah mengecil ke sekitar 30%.

Sektor yang mencatat kinerja positif pada kuartal III-2020 ini adalah sektor siklikal seperti komoditas, perbankan, dan discretionary yang sempat tertekan selama kuartal II-2020. Jumlah emiten yang berhasil membukukan laba di atas ekspektasi juga meningkat. “Hal ini jelas menunjukkan bahwa ekspektasi pasar saat ini sudah sangat konservatif sehingga peluang adanya earnings upgrade dari angka konsensus cukup besar,” terang dia.

Investor ritel, lanjut Andrianto, berperan penting dalam mendukung perkembangan pasar saham tersebut. Peran investor ritel ini, dinilai akan berlanjut didukung oleh pasar yang suportif dan fundamental yang baik. “Kami memperkirakan sentimen investor asing terhadap pasar saham Indonesia akan mengalami normalisasi setelah pandemi dapat terkelola lebih baik,” lanjut dia.

Ke depan, kombinasi dari investor domestik dan harapan pembalikan sentimen investasi investor asing berpotensi mendorong penguatan pasar yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan.

Dengan melihat perkembangan tersebut, Manulife akan berinvestasi pada sektor siklikal yang diuntungkan oleh pemulihan ekonomi domestik maupun global di tahun depan. Di samping itu, Manulife juga terus mencermati likuiditas dan volatilitas untuk memastikan pengelolaan investasi memberikan hasil optimal dengan risiko yang terkendali.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN