Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk-produk Unilever. Foto: DAVID

Produk-produk Unilever. Foto: DAVID

Tantangan Unilever Indonesia Setelah Kinerjanya Sesuai Ekspektasi

Jumat, 19 Februari 2021 | 04:47 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diprediksi masih menghadapi tantangan berat dalam mendongkrak penjualan tahun ini, sehingga bisa menaikkan beban operasional. Kondisi itu dapat memperlambat pertumbuhan laba bersih.

Tahun lalu, realisasi kinerja keuangan perseroan sudah sesuai ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas. Unilever membukukan penjualan sebesar Rp 42,97 triliun pada 2020, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya Rp 42,92 triliun. Laba bersih turun 3,1% menjadi Rp 7,16 triliun dari Rp 7,39 triliun.

Penurunan laba bersih dipicu oleh peningkatan belanja operasional sebesar 9,2% menjadi Rp 13 triliun dari Rp 11,9 triliun.

Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, realisasi penjualan Unilever setara dengan 100% dari ekspektasi Trimegah Sekuritas. Laba bersih merefleksikan 99% dari ekspektasi.

Heribertus dan Darien memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan Unilever mencatatkan peningkatan penjualan food and refreshment (F&R) sebesar 9% pada kuartal IV-2020 dibandingkan kuartal III-2020 yang turun 11%.

Sedangkan penjualan home and personal care (HPC) turun 4,3% pada kuartal akhir tahun lalu. Meski demikian, kinerja penjualan divisi tersebut masih tegolong lebih baik dibandingkan perusahaan lain.

Harga saham UNVR satu dekade terakhir, prospek UNVR, dan kinerja keuangan Unilever
Harga saham UNVR satu dekade terakhir, prospek UNVR, dan kinerja keuangan Unilever

Sementara itu, di tengah kenaikan harga komoditas pada kuartal IV-2020, Unilever berhasil mencatatkan peningkatan margin keuntungan kotor (gross margin) pada divisi HPC menjadi 56,5% dan F&R menjadi 45,8%. Perolehan tersebut juga sesuai dengan ekspektasi.

Tahun ini, Unilever diperkirakan tetap akan mengeluarkan biaya promosi yang besar untuk mempertahankan posisi brand perseroan di tengah peningkatan persaingan. Perseroan juga akan mengeluarkan biaya royalty yang besar juga tahun ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Unilever tahun ini. Pemangkasan itu mempertimbangkan masih besarnya biaya promosi yang harus dibelanjakan perseroan, seperti yang telah dilakukan pada tahun lalu.

“Kami memilih untuk menurunkan target laba bersih Unilever sekitar 1% pada 2021 dan 2022. Sebab itu, kami mempertahankan rekomendasi netral untuk saham UNVR dengan target harga direvisi dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.900,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya.

Mereka memproyeksikan laba bersih inti Unilever tahun ini sebesar Rp 7,5 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 7,16 triliun. Penjualan tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 44,97 triliun dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 42,97 triliun.

Produk Unilever di pasaran. Foto: dok ID
Produk Unilever di pasaran. Foto: dok ID

Di lain pihak, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, realisasi laba bersih Unilever pada 2020 setara dengan 98,8% dari perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dan 98,2% dari consensus analis, meskipun laba bersih tersebut turun 3,1%.

“Kinerja keuangan yang relatif stagnan itu menggambarkan penurunan penjualan divisi HPC dan F&R. Sedangkan belanja operasional meningkat,” tulis Natalia dalam risetnya.

Tahun ini, menurut dia, Unilever masih akan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain daya beli masyarakat yang masih rendah dan berlanjutnya pembatasan sosial. Hal ini bisa mempengaruhi penurunan penjualan sejumlah produk perseroan.

Meski demikian, perseroan diprediksi mencetak pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini. Laba bersih diperkirakan naik menjadi Rp 7,54 triliun dibandingkan realiasi tahun lalu senilai Rp 7,16 triliun.

Penjualan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 44,93 triliun pada 2021 dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 42,97 triliun.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham UNVR dengan target harga Rp 7.500. Target harga tersebut juga mempertimbangkan masih besarnya tantangan pasar yang dihadapi perseroan sepanjang 2021.

Sebelumnya, Presiden Di- rektur Unilever Indonesia Ira Noviarti menilai bahwa industri fast moving consumer goods (FMCG) akan kembali pulih pada semester II-2021. Hal ini seiring dengan mulai pulihnya konsumsi masyarakat. Industri FMCG belum sepenuhnyapulih pada paruh pertama tahun ini.

Dengan mulai pulihnya industri makanan pada semester II-2021, perseroan menyiapkan beberapa strategi. Menurut Ira, perseroan akan menggunakan keunggulan sebagai pemimpin pasar untuk mempercepat pemulihan konsumsi masyarakat.

Setidaknya ada tiga hal yang akan dilakukan perseroan untuk memacu bisnis di tengah pandemi. Strategi pertama adalah dengan memahami perubahan kebiasaan konsumen.

Kedua, memaksimalkan pemasaran melalui e-commerce. Ketiga, mempertahankan sumber daya manusia (SDM).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN