Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alfamart. Foto: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Alfamart. Foto: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Aliansi Bank Aladin-Alfamart Perkuat Bisnis Sumber Alfaria

Kamis, 8 Juli 2021 | 06:02 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, menilai bahwa peluang pasar syariah dalam negeri masih sangat besar. Untuk itu, Alfamart berkolaborasi dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) dalam mendorong inklusi keuangan dan memperkuat bisnisnya.

Marketing Director Sumber Alfaria Trijaya Ryan Alfons Kaloh mengatakan, kerja sama antara Alfamart dengan Bank Aladin merupakan salah satu kontribusi di industri keuangan syariah yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Indonesia merupakan pemegang aset keuangan syariah terbesar ke-9 di dunia. Hingga akhir tahun 2020, penetrasi perbankan syariah di Indonesia masih cukup rendah yakni 6,5% dibandingkan perbankan umum konvensional. Indonesia juga merupakan salah satu populasi underbanked dengan peringkat ketiga terbesar di dunia. Lebih dari 77% masyarakat dewasa Indonesia memiliki akses yang terbatas terhadap akses finansial.

“Alasan mendasar kami menjalin kerja sama ini bahwa kami percaya bahwa peluang pasar syariah sangat besar di Indonesia dan relevan dengan kebutuhan keuangan sebagian besar konsumen Alfamart,” kata Ryan dalam acara seremoni kerja sama antara Bank Aladin Syariah dan Alfamart – Bank Aladin Syariah dan Halodoc, Rabu (7/7).

Kemudian, Sumber Alfaria juga melihat ke depannya bahwa peran bank digital akan lebih cepat dalam mendorong inklusi keuangan di dalam negeri, apalagi generasi milenial yang sangat digital savvy, sehingga relevan dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

“Dalam kerja sama ini, kami melihat bagaimana mengoptimalkan kehadiran lebih dari 15 ribu gerai Alfamart serta memadukan kemampuan perbankan syariah digital yang dimiliki oleh Bank Aladin, berarti kita menggabungkan layanan nasabah dalam bentuk omnichannel, hal ini merupakan pengalaman yang unik bagi konsumen,” ujar dia.

Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya Anggara Hans Prawira menambahkan, Alfamart melayani lebih dari 4 juta pelanggan setiap hari, tentunya basis pelanggan ini merupakan potensi yang sangat besar untuk dapat dilayani oleh produk layanan perbankan syariah, sekaligus memajukan literasi perbankan masyarakat melalui gerai perseroan yang mudah dijangkau.

“Melalui kerja sama ini, perseroan mengharapkan untuk bisa ikut serta dalam memajukan inklusi keuangan terutama perbankan syariah di Indonesia. Dapat disampaikan bahwa Alfamart terus berkomitmen untuk bisa melayani masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini,” tutur dia.

Menanggapi kerja sama tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny menilai bahwa hal tersebut akan meningkat use case Alfamart, serta memonetisasi trafik yang memang sudah ada mengingat jaringan Alfamart sudah melebihi 17 ribu gerai secara nasional. Tentunya, menurut dia, aliran revenue fee based juga bisa ditambah besar.

“Pasar perbankan syariah pun masih luas cerukannya, sehingga dapat menarik minat pelanggan yang memang unbanked ataupun underbanked,” kata dia kepada Investor Daily.

Kerja sama ini dinilai belum memberikan dampak pada tahun 2021, namun baru akan terlihat pada 2023, dengan asumsi tahun depan masih tahap pengembangan bagi kedua pihak.

Akan tetapi, menurut Andreas, apabila kerja sama tersebut turut terjadi penyertaan modal ke Bank Aladin oleh Sumber Alfaria Trijaya, bakal semakin menarik. Peningkatan valuasi Bank Aladin pun bisa menjanjikan, mengingat pertumbuhan pelanggan dan kinerja perusahaan dapat mendongkrak valuasi digital bank tersebut, yang mana diapresiasi lebih besar di pasar karena minimnya biaya overhead.

Andreas juga menilai, bisnis Sumber Alfaria Trijaya tahun ini berpotensi mengalami perbaikan. Pada kuartal I-2021, laba bersih perseroan sudah jauh lebih baik atau meningkat 42% secara year on year (yoy). Pertumbuhan itu didorong oleh other income yang bertumbuh 18% yoy.

“Memang ada tantangan penjualan karena kasus Covid-19 meningkat, tetapi untuk kinerja 2021 sangat mungkin laba bersih bertumbuh double digit,” ujar dia.

Tahun ini, Sumber Alfaria mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,5-3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai penambahan gerai baru dan memperpanjang sewa gerai.

Corporate Affairs Director Sumber Alfaria Trijaya Solihin mengatakan, ada dua fokus utama Sumber Alfaria dalam penggunaan belanja modal tahun ini. Pertama adalah untuk memperpanjang masa sewa yang akan berakhir. "Ada beberapa gerai kami yang masa sewanya akan berakhir, sehingga otomatis harus diperpanjang," jelas dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Kemudian, perseroan akan memanfaatkan sebagian belanja modal tersebut untuk membiayai penambahan gerai baru yang saat ini sudah mencapai 17.538 gerai. Menurut rencana, perseroan akan menambah 650-800 gerai baru tahun ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN