Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi MotionBank milik MNC Bank. (ist)

Aplikasi MotionBank milik MNC Bank. (ist)

HARGA PELAKSANAAN RP 280-320 PER SAHAM

MNC Bank Rights Issue Rp 4,5 Triliun

Senin, 16 Agustus 2021 | 12:44 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank akan melaksanakan penawaran umum terbatas VIII (PUT VIII) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 9 September 2021. Unit bisnis PT MNC Kapital Tbk (BCAP) itu akan menerbitkan sebanyak 14,23 miliar saham baru atau sebesar 33,33% dengan target dana berkisar Rp 4-4,5 triliun.

"MNC Bank memiliki ekosistem digital terkuat di Tanah Air. Semua target MNC Bank akan lebih optimal jika didukung pendanaan kuat. Oleh karena itu, MNC Bank akan menerbitkan HMETD," kata Chief Operating Officer MNC Bank Teddy Tee, Senin (16/8/2021).

Pemilik saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham sebesar 1/3 jika tidak mengeksekusi HMETD. Setiap pemegang dua saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan berhak atas satu HMETD. Adapun satu HMETD memberikan hak membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan rights issue MNC Bank berkisar Rp 280–320 per saham, sehingga perolehan dana berkisar Rp 4-4,5 triliun.

Setelah rights issue, price to book value (PBV) saham BABP akan turun dari 7,66 kali menjadi 2,78- 2,88 kali, jauh lebih murah dibandingkan dengan industri sejenis (peers). Ini menunjukkan harga saham BABP murah dan tepat dikoleksi.

Teddy Tee menuturkan, 100% dana rights issue digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Selain itu, dana ini digunakan untuk pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi, termasuk pengembangan credit scoring berbasiskan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengintegrasian MotionPay serta kartu kredit virtual (Visa dan Mastercard), MotionWallet, MotionInsurance, MotionTrade, MotionCredit dan aplikasi fintech terkait lainnya yang dimiliki MNC Group maupun pihak eksternal.

Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan diperoleh pada 30 Agustus 2021, recording date 9 September 2021, periode perdagangan 13-24 September 2021, dan payments of excess rights 28 September 2021 dan distribusi pada 1 Oktober 2021. Rencana aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB 9 Juni 2021.

Perseroan, kata Teddy, menargetkan mampu naik tingkat menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III setelah rights issue. Bank Buku III merupakan bank dengan modal inti Rp 5-30 triliun. Adapun, saat ini MNC berada di kategori Buku II yakni dengan permodalan inti Rp 1-5 triliun.

Dengan ekosistem MNC Group yang besar dan kerja sama strategis, Teddy mengatakan, MNC Bank yakin bisa menggaet 10 juta pengguna MotionBanking pada akhir 2022. Keberhasilan konversi dari ekosistem MNC Group yang masif akan memberi MotionBanking peluang untuk menjadi bank digital dengan ekosistem keuangan digital terdepan di Indonesia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN