Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelayanan nasabah Bank Nobu

Pelayanan nasabah Bank Nobu

Beli Gedung, Bank Nobu Rights Issue 500 Juta Lembar Saham

Kamis, 23 September 2021 | 12:18 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) berencana melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Bank Nobu berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta unit saham dengan nominal Rp 100 per saham atau setara 10,13% dari seluruh saham. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan pada Jumat (24/9) siang.

Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan rights issue ini akan digunakan untuk dua hal. Pertama, untuk pembelian aset PT Grahaputra Mandirikharisma (GPMK) berupa seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan, Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang, Banten senilai Rp 132 miliar dan sebagian ruang dalam Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2, Jl. Gajah Mada No. 25- 26, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat senilai Rp 61 miliar. Kedua, akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip, Kamis (23/9), dituliskan bahwa manfaat yang diharapkan akan diperoleh perseroan dengan dilakukannya rencana transaksi ini antara lain perseroan dapat melakukan pengembangan usaha secara lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas koordinasi antar unit-unit kerja, sehingga perseroan dapat menyediakan produk dan layanan yang semakin berkualitas bagi nasabah dan masyarakat secara inklusif, terutama produk dan layanan berbasis digital, baik bagi segmen ritel maupun bagi segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi.

“Sebagai bank yang memiliki visi untuk menjadi bank berstandar global, maka perseroan berupaya untuk senantiasa relevan dengan perkembangan jaman, khususnya terkait kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan berbasis digital,” tulis manajemen.

Nasabah melakukan tarik tunai di ATM Bank Nobu
Nasabah melakukan tarik tunai di ATM Bank Nobu

Untuk itu, perseroan telah menyusun rencana bisnis yang di dalamnya tertuang rencana pengembangan bisnis dan teknologi informasi yang mendukung roadmap pengembangan produk dan layanan digital. Dengan pembelian aset berupa gedung tersebut maka perseroan memiliki kantor pusat yang lebih representatif dalam membangun citra perbankan digital.

Selain itu, perseroan juga menjadi lebih mampu menjaga biaya operasional khususnya biaya sewa kantor dimana saat ini seluruhnya adalah sewa.

“Kantor fisik yang representatif sangat diperlukan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga eksistensinya dalam jangka panjang. Perseroan juga dapat melakukan koordinasi unit-unit terkait dengan lebih terintegrasi dibandingkan dengan saat ini dimana unit bisnis dan pendukung terpisah di dua kantor yang berbeda. Pada gedung tersebut direncanakan dibentuk beberapa aktivitas yang terkait dengan riset dan pengembangan inovasi produk yang akan menjadi inkubator bagi pengembangan layanan-layanan digital baru,” jelas manajemen.

Bank Nobu belum menetapkan harga pelaksanaan dari rights issue, namun Grahaputra Mandirikharisma siap melaksanakan kewajiban penyetoran untuk mengambil bagian atas sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang hak sebanyak-banyaknya Rp 198,1 miliar.

Setoran modal dari Grahaputra Mandirikharisma tersebut berupa aset seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten senilai Rp 132 miliar. Aset lainnya yaitu, sebagian ruang dalam Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, Gambir, Jakarta Pusat dengan nilai Rp 61 miliar. Berkat setoran dana dari Grahaputra Mandirikharisma, total aset Bank Nobu akan terdongkrak dari Rp 15,17 triliun pada Mei 2021 menjadi Rp 15,36 triliun. Tambahan tersebut terdapat pada pos aset tetap Rp 193 miliar dan giro pada Bank Indonesia Rp 5,1 miliar.

Jika rencana ini berjalan, Graha Putra Mandirikharisma akan memegang 3,57% porsi saham NOBU, dari sebelumnya tidak memegang selembar saham pun. Namun, jika dana yang diperoleh dari rights issue ini mencapai 100% dan tidak terdapat sisa saham, GPMK selaku pembeli siaga tidak melaksanakan penyetoran dalam bentuk selain uang maupun tunai dan tidak menjadi pemegang saham baru.

Komposisi dan struktur permodalan berdasarkan daftar pemegang saham perseroan per tanggal 31 Agustus 2021, yang disiapkan oleh PT Sharestar Indonesia selaku Biro Administrasi Efek perseroan adalah sebagai berikut, yakni PT Kharisma Buana Nusantara 22,53%, PT Prima Cakrawala Sentosa 19,58%, PT Matahari Department Store Tbk 16,40%, OCBC Securities Pte Ltd 11,74%, Nomura Securities Co Ltd 10%, PT Lippo General Insurance Tbk 7,60%, dan publik 12,15%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN