Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produksi PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

Produksi PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

Dongkrak Kinerja, Alkindo Naratama Genjot Produksi Kertas Coklat

Jumat, 24 September 2021 | 16:11 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA — PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) genjot kinerja produksi kertas coklat (brown paper) untuk mendongkrak kinerja. Perseroan juga telah  memasang mesin kedua untuk brown paper manufacturer (ECO), dan ditargetkan memasukin tahap commisioning pada kuartal III tahun depan. Apabila sudah terpasang, ditargetkan produksi naik tiga kali lipa menjadi 225 ribu ton per tahun.

Upaya lainnya, perseroan tengah mendukung gerakan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah ke laut sebesar 70% pada tahun 2025 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy. Sebagaimana diketahui, bahan baku kertas yang digunakan perseroan merupakan kerta coklat yang dikelan sebagai recycled paper.

Bahan baku tersebut dipasok oleh anak usaha perseroan yakni PT Eco Paper Indonesia (ECO). Saat ini, pengolahan kertas bekas/daur ulang yang dijadikan bahan baku oleh ECO paper mencapai 100 ribu ton per tahunnya.

Presiden Direktur Alkindo Naratama H Sutanto mengatakan, perseroan telah melalukan inovasi berbagai produk yang berasal dari kertas coklat dan yang paling baru adalah paper box dan paper bag. Melihat momentum pada tahun 2021, penggunaan kertas putih berkurang karena majunya teknologi dan tren paperless yang berkembang, perseroan melihat brown paper sebagai produk recycled paper yang ramah lingkungan.

“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kertas coklat, perseroan mendapatkannya dari pasar lokal dan impor, dimana komposisinya sekitar 50% dari impor dan 50% dari pasar lokal,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (24/9).

Sutanto menambahkan, Eco Paper sendiri adalah perusahaan pengolahan sampah kertas untuk menghasilkan produk yang punya nilai tambah. Berangkat dari kebutuhan sampah kertas yang dibutuhkan ECO Paper, perseroan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan baku kertas daur ulang. 

“Saat ini hasil pemberdayaan tersebut, telah berkontribusi sekitar 5% dari total bahan baku yang dikelola oleh ECO Paper. Ke depan, perseroan akan terus meningkatkan kontrobusi lokal, karena selain memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui atau yang biasa disebut sebagai ekonomi sirkular,” jelas dia.

Sebagai informasi, sampai Semester 1-2021, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp669,8 miliar atau naik 28,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, dimana kontribusi terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen paper yaitu mencapai Rp 446,7 miliar, atau sebesar 67% dari total penjualan perusahaan.

Perseroan melihat pertumbuhan bisnis akan didominasi oleh segmen paper karena meningkatnya tren belanja online serta food delivery yang mendorong penggunaan packaging yang lebih sustainable serta dukungan dari pemerintah. Oleh karena itu, perseroan melakukan strategi pengembangan usaha untuk masuk ke pasar tas berbahan baku kertas atau paper bag serta paper box ke sektor FMCG, food and beverages (F&B) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh signifikan di masa pandemi. 

“Seiring dengan pertumbuhan tersebut, perseroan juga berkomitmen untuk memasukkan unsur-unsur lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari tumbuh kembang dan nilai-nilai perusahaan ke depannya,” ujar dia.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN