Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas berjaga di depan monitor pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas berjaga di depan monitor pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Go Private, Bentoel Internasional Beli Saham Publik Rp 1.000 per Lembar

Minggu, 26 September 2021 | 10:02 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) akan menjadi perusahaan tertutup (go private) dan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 28 September.

British American Tobacco (BAT) selaku pengendali Bentoel akan membeli sisa saham publik di level Rp 1.000 per saham. Harga tersebut lebih mahal 226,8% dibandingkan harga penutupan terakhir saham RMBA sebelum disuspensi pada 5 Agustus 2021, yaitu Rp 306 per saham.

Nominal tersebut juga 356,21% lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 20 Agustus 2021, yaitu Rp 281 per saham.

Bahkan, 571,43% lebih tinggi dari hasil penilaian harga atas saham berdasarkan penilaian penilai independen, yaitu Rp 175 per saham, 2.000% lebih tinggi dari tiap nilai nominal saham Rp 50 per saham, 147,28% lebih tinggi dari harga perdagangan tertinggi di pasar reguler selama dua tahun terakhir, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun yaitu Rp 679 per saham.

Rencana Bentoel untuk go private dan delisting akan membuat status Bentoel Internasional Investama berubah dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup, sekaligus menghapuskan saham RMBA dari pencatatan di BEI. Untuk itu memuluskan Langkah tersebut, Bentoel harus membeli saham yang masih dimiliki publik. Agar publik mau menjual sahamnya, harga yang ditawarkan ke publik jauh lebih tinggi dibandingkan harga perdagangan terakhir.

“Harga penawaran sebesar Rp 1.000 per saham adalah harga yang lebih menarik dibandingkan harga saham historis perseroan,” tulis manajemen dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (26/9).

Adapun, pemegang saham publik yang menjual sahamnya dalam bentuk tanpa warkat pada saat penawaran tender akan dikenakan pungutan pajak sebesar 0,1% dari hasil penjualan, atau 0,6% dalam hal saham yang dijual tersebut adalah saham pendiri. Namun, bagi yang tidak ikut serta dalam penawaran tender tidak dapat lagi menjual sahamnya melalui BEI dan dapat terkena pungutan pajak penghasilan yang diperoleh dari penjualan saham sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan.

Apabila pemegang saham bukan merupakan penduduk Indonesia, penjualan saham perseroan yang tidak lagi tercatat di BEI dapat terkena pungutan pajak penghasilan sebesar 20% dari harga jual, kecuali mendapat pengecualian berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang berlaku.

Bentoel adalah produsen rokok kretek yang pertama kali terdaftar sebagai perusahaan publik pada tahun 1989. Bentoel Group didirikan oleh Ong Hok Siong pada 1930. Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya 60 tahun kemudian atau tepatnya pada 5 Maret 1990. Ketika itu, RMBA melepas 1,20 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan IPO Rp 3.380. Dengan demikian, perseroan menggalang dana sekitar Rp 4,06 miliar.

Pada 2009, Bentoel diakuisisi oleh British American Tobacco (BAT). Sampai saat ini, RMBA masih menjadi bagian BAT dengan mengusung merek seperti Dunhill dan Lucky Strike. BAT menjadi pengendali dan tercatat menguasai 92,50% saham RMBA sampai dengan data per 30 Juni 2021. Sisanya, UBS AG London 7,30% dan masyarakat 0,20%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN