Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI Dukung Penerapan ESG di Pasar Modal 

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen mendukung penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and corporate governance (ESG) di pasar modal Indonesia. Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan ESG di pasar modal.

“Bursa terus memperhatikan tuntutan pasar terkait penerapan ESG. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan benchmarking atas common practice dari bursa-bursa di dunia dalam menerapkan aspek ESG serta melihat standar internasional terkait penerapan ESG yang menjadi perhatian investor asing,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Kemudian, Hasan menerangkan, pihaknya juga mendukung pelaksanaan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap 2 periode 2021-2025 yang telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini dilakukan dengan keanggotaan BEI dalam Task Force Keuangan Berkelanjutan baik di lingkup industri jasa keuangan maupun di lingkup pasar modal.

“Tantangan dari penerapan ESG adalah bagaimana mendorong penerapan aspek-aspek ESG dan pembuatan Laporan Keberlanjutan tidak hanya bagi perusahaan tercatat di BEI, akan tetapi juga pemangku kepentingan lainnya di pasar modal Indonesia,” ujar dia.

Hasan mengungkapkan, berinvestasi pada saham perusahaan yang memperhatikan aspek ESG dalam aktivitas bisnisnya merupakan salah satu bentuk responsible investment. Penerapan ESG yang baik oleh perusahaan tercatat dapat mengurangi risiko dampak negatif yang berpotensi terjadi ke depannya. Karena itu, kata dia, peluang dalam penerapan ESG akan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia ke depannya.

“Peluang dalam penerapan ESG ke depannya adalah investor domestik maupun investor asing yang sudah mulai memperhatikan aspek ESG dalam keputusan investasinya. Sebagai contoh, di Eropa seluruh manajer investasi wajib mengembangkan kebijakan tentang integrasi risiko terkait keberlanjutan ke dalam proses pengambilan keputusan investasi,” jelas dia.

Lebih jauh lagi, sambung Hasan, penerapan ESG membuat investasi yang dilakukan secara tidak langsung juga turut mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial sekaligus memberikan rasa aman karena investasi dilakukan pada perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik.

“Oleh karena itu, strategi yang dilakukan oleh BEI adalah dengan meningkatkan kesadaran dari pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia terkait pentingnya penerapan aspek ESG,” ucap dia.

Di Indonesia, lanjut Hasan, jika melihat jumlah dan nilai dana kelolaan reksa dana maupun ETF berbasis indeks yang menggunakan metode penilaian berbasis ESG atas saham-saham perusahaan meningkat. Pada Juni 2021, terdapat 15 produk reksa dana dengan total dana kelolaan sebesar Rp 3,1 triliun, naik dari tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 42 miliar dari 1 produk.

“Selain itu, terdapat tantangan bagaimana perusahaan tercatat melakukan pengungkapan dan perhitungan atas jejak karbon, karena perusahaan di Indonesia masih banyak yang belum melakukan dan terbiasa melakukan hal ini. Adapun dari sisi investor global, biasanya hal ini dibutuhkan dalam aspek penilaian ESG,” kata dia. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN